Siang Ini, BI Dijadwalkan Umumkan Suku Bunga Acuan

Angga Bratadharma    •    Selasa, 14 Jul 2015 11:47 WIB
bank indonesiabi rate
Siang Ini, BI Dijadwalkan Umumkan Suku Bunga Acuan
Gedung Bank Indonesia (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) untuk kesekian kalinya melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Tahun 2015 pada hari ini untuk melakukan evaluasi atas kebijakan moneter yang ditempuh serta untuk menetapkan arah kebijakan moneter ke depan. RDG Bulanan ini diharapkan menjadi pertemuan yang mampu menstabilkan perekonomian Indonesia.

Mengutip laman Bank Indonesia, Selasa (14/7/2015), diungkapkan dalam pasal 43 UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 3 Tahun 2004 dinyatakan bahwa sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan dilaksanakan RDG untuk menetapkan kebijakan umum di bidang moneter.

RDG Bulanan merupakan salah satu bentuk transparansi atas kebijakan BI kepada publik khususnya dalam proses perumusan kebijakan moneter. Untuk itu, BI mengumumkan jadwal RDG bulanan selam​a 2015. Biasanya, hasil RDG ini menentukan akan kemana perekonomian Indonesia melalui kebijakan moneter yang dikeluarkan BI.

Salah satu hal krusial dalam pengumuman hasil RDG bulanan itu adalah apakah BI mengambil kebijakan untuk menaikkan suku bunga acuan (BI rate) atau menurunkan level suku bunga acuan. Mungkin juga BI tidak melakukan perubahan dan tetap menempatkan suku bunga acuan di level sebelumnya.

Secara definsi, BI rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh BI dan diumumkan kepada publik. BI Rate diumumkan oleh Dewan Gubernur BI setiap RDG Bulanan dan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan BI melalui pengelolaan likuiditas (liquidity management) di pasar uang untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter.

Berdasarkan data yang dihimpun Metrotvnews.com, BI telah menetapkan suku bunga acuan di level 7,50 persen sejak Februari 2015. Level tersebut terus berlanjut dari Maret, April, Mei, hingga Juni 2015. Level suku bunga acuan dipertahankan dikarenakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menstabilkan perekonomian.

Namun demikian, beberapa pengamat ekonomi memperkirakan BI tidak akan menaikkan suku bunga acuan. BI rate diprediksi tidak akan berubah dari posisi sebelumnya, yaitu di level 7,50 persen. "Saya kira (BI rate) tetap rasanya," ujar Pengamat Ekonomi dari Indef Enny Sri Hartati, kepada Metrotvnews.com.

Menurutnya, di Indonesia ruang untuk menurunkan BI rate sangat tinggi jika hanya mengacu pada tingkat inflasi. Namun, lanjut Enny, pertimbangan lain yang harus diperhatikan oleh BI dalam menurunkan tingkat suku bunga acuan adalah masalah nilai tukar rupiah yang masih berpotensi terdepresiasi. Selain itu, posisi neraca berjalan Indonesia juga masih dalam kondisi defisit.

"Sehingga sekalipun inflasinya rendah dengan rupiah ini masih berpotensi terdepresiasi, current account kita defisit, kecenderungan mata uang dunia melemah terhadap dolar maka BI terpaksa mempertahankan suku bunga. Mestinya kan ada ruang untuk turun tapi dengan kondisi tadi rasanya BI akan mempertahankan," tutur dia.

Sementara itu, Ekonom Bank DBS Gundy Cahyadi memperkirakan BI kembali akan mempertahankan posisi suku bunga acuan pada level 7,50 persen. BI tidak bisa melakukan banyak hal kali ini, di tengah volatilitas pasar keuangan terutama yang memberikan sentimen pelemahan terhadap nilai tukar rupiah. 

"Mengingat semua ini, tidaklah sulit untuk melihat mengapa BI akan mempertahankan kebijakan ketat untuk saat ini," pungkas Gundy.


(ABD)

Kurang Sehat, Pemeriksaan Setnov Ditangguhkan

Kurang Sehat, Pemeriksaan Setnov Ditangguhkan

47 minutes Ago

KPK menangguhkan pemeriksaan kedua tersangka kasus korupsi KTP-el, Setya Novanto dengan alasan …

BERITA LAINNYA