Kasus Suap PTUN Terbongkar, Gubernur Sumut Menghilang?

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 14 Jul 2015 13:37 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Kasus Suap PTUN Terbongkar, Gubernur Sumut Menghilang?
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho di KPK----Ant/Akbar Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sempat mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Senin, 13 Juli, kemarin. Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu mangkir tanpa memberi keterangan.

Kini, keberadaan Gatot menjadi misteri usai kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Tata Usaha Negara Medan dibongkar KPK. Kasus yang dibongkar itu berada di wilayah kekuasaan Gatot.

"Pak Gubernur masuk hari ini, tadi pagi sempat ke kantor," kata Kasubag Humas Pemprov Sumut Harvina Zuhra saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2015).

Menurut Harvina, Gatot masih menjalankan kegiatan seperti biasa. Lelaki yang tumbuh besar di Magelang, Jawa Tengah, itu tak punya agenda kegiatan di luar kantor. Gatot, jelas dia, dijadwalkan mengikut rapat dengan jajaran di bawahnya.

Sementara pada saat dipanggil KPK, Senin kemarin, Harvina mengatakan Gatot memang tak berada di Kantor Gubernur. Dia tak mengetahui di mana Gubernur yang diduga punya istri lebih satu ini berada.

"Mungkin beliau ada keperluan lain," ujar dia.

Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi di KPK, kemarin. Dia akan dimintai keterangan untuk tersangka kasus suap hakim PTUN Medan, M. Yagari Bhastara  alias Gerry, namun tak hadir.

"Gatot Pujo Nugroho tidak hadir tanpa keterangan," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Senin 13 Juli.

Selain Gatot, pengacara kondang, Otto Cornelis Kaligis pun dijadwalkan diperiksa KPK. OC Kaligis telah memerintahkan stafnya untuk memberikan alasannya tidak hadir dalam pemeriksaan.

"Stafnya (OC Kaligis) datang menemui penyidik yang menyampaikan bahwa surat panggilan baru diterima hari ini pukul 10.00 WIB," ujar Priharsa.

KPK akan menjadwalkan pemeriksaan ulang terhadap keduanya dalam kasus dugaan suap hakim PTUN di Medan. Namun, belum diketahui kapan keduanya bakal dipanggil lagi.

Peran Gatot makin terungkap setelah salah satu istrinya bernama Evy dicegah KPK. Evy dicegah berpergian bersama dengan lima orang lainnya, termasuk Gatot dan OC Kaligis.

Kasus suap ini bermula dari penyidikan kasus korupsi Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 yang menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kasus Dana Bansos dan BDB Sumut sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi (PT) Sumatera Utara. Berbekal putusan PT Sumut, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya.

Ahmad menggugat kewenangan penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam perkara tersebut ke PTUN. Perkara ini dipegang Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro, dan dua koleganya Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting. Ahmad Fuad Lubis pun diputus menang dalam gugatan di PTUN Medan.

Rupa-rupanya, putusan Tripeni berbau amis. Usai membacakan putusan, dia dan dua rekannya, serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan, dicokok. Diduga saat itu mereka menerima uang suap yang diantarkan Gerry yang menjadi pengacara Ahmad Fuad.

Dari hasil pemeriksaan, Gerry diduga selaku penyuap dinilai melanggar Pasal 6 Ayat 1 huruf a dan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 54 Ayat 1 dan Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Tripeni, Amir dan Dermawan diduga sebagai penerima suap selaku majelis hakim disangka Pasal 12 huruf a atau huruf b atau huruf c atau Pasal 6 Ayat 2 atau Pasal 5 Ayat2 atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1.

Syamsir Yusfan disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1.


(TII)

Ade Komarudin Diperiksa untuk Novanto

Ade Komarudin Diperiksa untuk Novanto

15 minutes Ago

Tiga saksi tersebut ialah politikus Partai Golkar Ade Komaruddin, pengusaha Made Oka Masagung, …

BERITA LAINNYA