Penurunan Penjualan Rumah Masih dalam Batas Wajar

Antara    •    Selasa, 14 Jul 2015 13:56 WIB
properti
Penurunan Penjualan Rumah Masih dalam Batas Wajar
Ilustrasi (FOTO ANTARA/R. Rekotomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengungkapkan penurunan tingkat penjualan properti di sektor perumahan di sejumlah daerah pada kuartal-II 2015 ini dinilai masih dalam batas kewajaran.

"Meski secara umum pasar perumahan masih mengalami kontraksi di 2015, namun Indonesia Property Watch melihat hal ini masih dalam batas wajar. Diperkirakan, pasar perumahan akan segera memasuki fase baru di akhir 2015 atau di awal 2016," kata Ali Tranghanda, di Jakarta, Selasa (14/7/2015).

Menurut Ali, siklus perlambatan yang ada saat ini merupakan siklus alamiah yang harus dicermati oleh para pengembang untuk melakukan konsolidasi internal terkait pasar sasaran yang ada. "Karena selama jangka waktu tiga tahun terakhir seakan-akan pengembang melupakan pasar yang gemuk itu di segmen menengah bawah," jelasnya.

Berdasarkan data Indonesia Property Watch, penurunan penjualan di segmen bawah merupakan penurunan terbesar di antara segmen lainnya yaitu sebesar minus 26,9 persen dibandingkan dengan segmen besar minus 24,7 persen dan segmen menengah yang hanya menurun minus 16,8 persen.

Meski terjadi penurunan penjualan, bila dilihat dari komposisi unit terjual selama kuartal II-2105, maka segmen menengah sampai bawah memperlihatkan komposisi terbesar masing-masing 25,8 persen dan 68,5 persen, serta hanya 5,7 persen saat ini penjualan berasal dari segmen besar.

Ia berpendapat, adanya pelonggaran Loan to Value (LTV) pada Juli 2015 diperkirakan sedikit banyak akan berdampak pada penjualan rumah di segmen menengah. "Meskipun LTV akan memengaruhi pasar investor di menengah atas, namun dengan kondisi harga pasar yang sudah terlalu tinggi di segmen ini, maka dampaknya tidak terlalu berasa," pungkasnya.


(ABD)