Warna-warni Ramadan di Buraidah

Meilikhah    •    Selasa, 14 Jul 2015 14:39 WIB
ramadan 2015
Warna-warni Ramadan di Buraidah
Para wanita berjalan-jalan keliling mall untuk berbelanja. (Arab News)

Metrotvnews.com, Jeddah: Warga Buraidah, Arab Saudi memiliki cara yang berbeda bagaimana menghabiskan malam Ramadan. Beberapa orang memilih untuk berjalan-jalan, sementara yang lain menghabiskan waktu untuk berbelanja hingga larut malan.

Keluarga-keluarga pada umumnya menghabiskan Ramadan dengan berkunjung ke taman-taman, seperti taman Raja Abdullah dan Al-Rafiaa Park, atau di resort dan tempat istirahat khusus di pinggiran kota.

Khalid bin Salman Al-Olaiqi, penduduk setempat, mengaku menghabiskan malam Ramadan setelah salat tarawih dengan duduk-duduk santai di tengah pohon-pohon palem.

"Di tengah pohon-pohon palem di sekitar peternakan, ada tempat untuk pertemuan keluarga. Khusus untuk menyiapkan makanan, seperti Maqloubeh untuk sahur," kata Khalid, melansir Arab News, Selasa (14/7/2015) 

Cuaca mendukung dan lokasi yang jauh dari kebisingan kota membuat Khalid dan keluarga betah berlama-lama di pedesaan bernama Qusaiha, wilayah yang terletak sekitar 8 kilometer dari kota Buraidah.

Selain Khalid, Abeer Al-Ali mengatakan dirinya punya cara sendiri bagaimana menghabiskan malam Ramadan. Dia akan menghabiskan malam Ramadan dengan mengunjungi kerabat atau berkumpul bersama teman-temannya di resort atau vila.

Ali biasanya mendatangkan seorang koki dengan bakat memasak luar biasa, yang mampu memasak semua jenis makanan Arab dan menyiapkannya di hamparan karpet yang dipasang membentang di luar ruangan. Ali dan teman-temannya menghabiskan malam di ruang terbuka, memasak bersama dengan suka cita.

Cara lain juga ditunjukan Khalid Al Zuhairi. Sama semaraknya dengan Ali dan Khalid, Al Zuhairi menghabiskan malam dengan mendirikan tenda-tenda di sebelah timur dan barat kota Buraidah, atau warga biasa menyebutnya dengan Taman Raja Abdullah.

Khalid Al-Zuhairi mengatakan malam Ramadan memiliki rasa khusus ketika menghabiskan waktunya berkumpul bersama sahabat dan kerabat di tempat yang jauh dari kebisingan kota.
 
"Kami berkumpul bersama dengan cinta dan kasih sayang, makan kurma dan salat tarawih. Ini adalah sukacita yang bisa dirasakan baik oleh anak-anak maupun orang dewasa, "tambahnya.


(MEL)