Eddy Gombloh: Importir Hancurkan Film Indonesia

Ahmad Mustaqim    •    Selasa, 14 Jul 2015 15:21 WIB
eddy gombloh
Eddy Gombloh: Importir Hancurkan Film Indonesia

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Tahun 1963 menjadi awal masa maraknya dunia perfilman di Indonesia. Tetapi, bioskop yang kerap mendatangkan film dari luar negeri pun di satu sisi berdampak negatif bagi industri film lokal.

Membanjirnya film asing membuat pemerintah, waktu itu, mewajibkan importir membuat satu film Indonesia apabila mendatangkan tiga film dari luar negeri. (Rambut Poni Gombloh Dipuji Benyamin)

"Itu awal jatuhnya film nasional. Yang buat bukan sutradara beneran tetapi importir," kata mantan tokoh pelawak Eddy Gombloh kepada Metrotvnews.com, saat ditemui dikediamannya, Kamis (9/7/2015).

Lelaki 74 tahun ini mengatakan, akibat adanya kebijakan itu, para importir film kemudian seolah berlomba mendatangkan film asing. Di sisi lain, pemenuhan kewajiban membuat film Indonesia digarap asal-asalan.

"Jeleknya, buat film Indonesia asal jadi. Enggak peduli  mau jelek atau bagus," ungkapnya.

Eddy tak menampik jika dirinya juga mereguk untung dari kebijakan itu. Musababnya, ia mendapatkan banyak kontrak film, meskipun syuting film yang sedang dijalani belum selesai.

"Yang niat membuat film kebanyakan tugas, hasilnya jadi tidak bermutu," kata dia.

Ia berpandangan, kondisi film Indonesia, termasuk lawak, tak jauh beda dengan saat ini. Bedanya, sajian film dewasa ini menuruti selera pemilik stasiun televisi masing-masing yang bertujuan mencari rating penonton.

"Sudah terlalu banyak saran perbaikan. Tinggal orangnya saja sekarang ini," ujarnya.

Gombloh sendiri berkarier di jagat perfilman Tanah Air mulai 1971 hingga 1990. Sedikitnya 33 judul film ikut ia bintangi.Sebagian besar filmnya bergenre komedi.


Eddy Gombloh saat ini.


(FIT)