Right Issue, Sejahteraraya Anugerahjaya Raup Dana Rp1,07 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 14 Jul 2015 15:41 WIB
emiten
<i>Right Issue</i>, Sejahteraraya Anugerahjaya Raup Dana Rp1,07 Triliun
BEI (ANTARA FOTO.M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Sejahteraraya Anugerahjaya Tbk (SRAJ) akan menjalankan penawaran umum terbatas (PUT) II sebanyak-banyaknya 5,35 miliar lembar saham biasa, atau setara 40 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT II.
 
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/7/2015), langkah PUT II perseroan memiliki harga nilai nominal Rp100 per saham, dengan harga penawaran sebesar Rp200 per saham. Perseroan bisa meraih dana segar dari PUT II sebesar Rp1,07 triliun.
 
Setiap tiga pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 3 September 2015 pada pukul 16.00 WIB mempunya dua HMETD. Di mana setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru yang ditawarkan dengan harga Rp200 setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.
 
Saham-saham yang akan diterbitkan dalam PUT II ini memiliki hak, kedudukan dan derajat yang sama dalam segala hal, bila dibandingkan dengan saham-saham yang telah disetor penuh di dalam perseroan, termasuk dalam hak atas dividen. Semua saham yang ditawarkan merupakan saham yang berasal dari peningkatan modal dasar dan akan dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
PT Surya Cipta Inti Cemerlang (SCIC) selaku pemegang saham utama perseroan menyatakan kesanggupannya akan melaksanakan hak untuk mengambil sekurang-kurangnya 2,87 miliar saham, atau setara 53,79 persen dari saham-saham yang akan dikeluarkan yang menjadi haknya dalam PUT II. 
 
Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam PUT II ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD yang telah melaksanakan haknya dan melakukan pemesanan tambahan secara proporsional sesuai dengan persentase HMETD yang telah dilaksanakan oleh pemegang HMETD yang mengajukan pemesanan tambahan.
 
Jika terdapat sisa saham, maka sisa saham tidak akan diterbitkan oleh perseroan dan dikembalikan ke dalam portepel perseroan. Sesuai dengan peraturan Bapepam No.IX.D.1 tentang HMETD, apabila terdapat pecahan HMETD, maka atas pecahan HMETD tersebut wajib dijual oleh perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening perseroan.
 
Dana PUT II kali ini, sebesar 42,44 persen akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan pada PT Karya Kharisma Sentosa, sebanyak 46,26 persen akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan pada entitas anak perseroan, sebanyak 3,28 persen akan digunakan untuk membayar sebagian utang perseroan di Bank CIMB Niaga yang jatuh pada periode Januari-Oktober 2016, sebesar 6,65 persen akan digunakan untuk meningkatkan penyertaan pada PT Nirmala Kencana Emas di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, dan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja perseroan.
 
Tanggal memesan efek terlebih dahulu untuk pasar reguler dan negosiasi pada 31 Agustus 2015, sedangkan pasar tunai jatuh pada 3 September 2015. Tanggal mulai perdagangan saham tanpa hak HMETD di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 1 September 2015, sedangkan pasar tunai jatuh pada 4 September 2015.
 
Tanggal pencatatan dalam daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD jatuh pada 3 September 2015, tanggal pencatatan HMETD di BEI jatuh pada 7 September 2015, tanggal penjatahan jatuh pada 17 September 2015.
 
 


(SAW)