Demokrat Didera Kisruh Nomor Urut Caleg

- 17 April 2013 15:33 wib
Antara
Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Demokrat didera masalah bakal calon legislatif pemilu 2014. Kader partai berlambang Mercy itu meributkan nomor urut dan penarikan sumbangan bakal calon legislatif (caleg).

Menurut sumber Metrotvnews.com di internal Partai Demokrat, sistem pembobotan yang dilakukan Satgas Penjaringan Caleg Partai Demokrat membuat galau caleg di DPR RI. Mereka merasa tidak diakomodasi nomor urutnya. Ada kader baru yang memiliki kartu tanda anggota mendapat nomor urut topi atau atas, di antaranya mantan kader Hanura.

Pertemuan 33 Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat di Cipanas, Jawa Barat, pada 14 April 2013 lalu juga membahas hal ini. Para kader Demokrat mengaku beruntung karena Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengambil-alih masalah pencalegan tersebut

Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Muhammad Endang membenarkan kisruh tersebut. "Memang banyak yang komplain. Mayoritas komplain mengenai penempatan nomor urut dan yang masuk ke nomor itu. Setelah dijelaskan oleh Ketua Satgas Suaidi Marasabessy, akhirnya Pak SBY mengambil keputusan. Kami mencoret dan mengoreksi terhadap hasil kerja Satgas," kata Endang kepada Metrotvnews.com, Rabu (17/4).

Endang menerangkan, DPD ingin agar nomor urut diberikan berdasarkan pengkaderan dan elektabilitas calon. Sebaliknya, Satgas memiliki kriteria sendiri. Antara lain pelatihan, pengalaman dan kebersihan calon.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua mengamini berita ini. Max mengatakan, benar ada anggota DPRD provinsi mengeluhkan hal tersebut ke DPP Partai Demokrat. Mereka berjuang sekian tahun tapi diberi nomor urut buncit.

"Kalau mau itu dilakukan biarkan orang itu yang melakukan di dalamnya. Partai rugi menaruh orang baru yang tidak dikenal di daerah itu di peringkat atas," ujar Max.

()

SEKRETARIS Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy mengungkapkan forum Musyawarah Kerja Nasional…