Perjanjian Nuklir Iran Disepakati, PM Israel Mengamuk

Fajar Nugraha    •    Selasa, 14 Jul 2015 17:45 WIB
nuklir iran
Perjanjian Nuklir Iran Disepakati, PM Israel Mengamuk
Iran sepakat untuk melucuti program nuklirnya (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Wina: Iran akhirnya meraih kesepakatan bersejarah untuk mengurangi pengembangan nuklirnya. Tapi kesepakatan ini dikecam Israel.

"Ini adalah momen bersejarah," ujar Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, seperti dikutip Associated Press, Selasa (14/7/20150.

"Kami berhasil mencapai kesepakatan yang tidak sempurna untuk banyak pihak. Tetapi Ini yang bisa kami lakukan dan merupakan raihan penting untuk semua pihak," lanjutnya.

Namun kesepakatan ini tidak bisa diterima dengan baik oleh Israel. Selama ini, Negara Yahudi itu dikenal sebagai musuh dari Iran dan lebih suka melakukan serangan militer terhadap Iran.

"Kesepakatan ini adalah kesalahan bersejarah untuk merengkuh penipuan," tutur Netanyahu.

Dalam kesepakatan tersebut tidak ada konsensi yang merengkuh banyak wilayah, yang seharusnya bisa memblokir Iran untuk mempersenjatai diri dengan senjata nuklir.

"Iran akan menerima ratusan juta dolar untuk mendorong mesin teror mereka. Termasuk melakukan ekspansi dan agresi di seluruh Timur Tengah dan dunia," lanjutnya.

Netanyahu mengatakan pihaknya tidak mampu untuk mencegah kesepakatan untuk memberi konsesi terhadap mereka yang meneriakan "Kematian untuk Amerika".

"Kami tahu keinginan untuk menandatangani kesepakatan yang sangat kencang. Untuk itu, kami berkomitmen untuk menjegalnya," tegas Netanyahu.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran akan mendapatkan bantuan sebesar USD18 miliar asalkan mereka melucuti dua per tiga mesin sentrifugalnya. Perjanjian juga meliputi surat protes jika Iran gagal untuk melucuti mesin miliknya dalam waktu 65 hari dan sanksi awal pun kembali diberlakukan.

Sementara atas bantuan itu, Iran akan membuka diri untuk mengizinkan pengawas dari PBB agar lokasi militernya diperiksa. Namun para pengawas ini tidak mendapatkan jaminan akan meraih akses tersebut.
 


(FJR)