OC Kaligis, Profesor Pengacara yang Jadi Tersangka KPK

LB Ciputri Hutabarat    •    Rabu, 15 Jul 2015 04:38 WIB
kpk tangkap hakim ptun
OC Kaligis, Profesor Pengacara yang Jadi Tersangka KPK
Otto Cornelius Kaligis -- MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Ramai orang lebih akrab dengan nama OC Kaligis, ketimbang nama panjangnya: Otto Cornelius Kaligis. Profesinya pengacara. Dia satu di antara sedikit pembela hukum kondang di Tanah Air.

OC Kaligis memang bukan pengacara kemarin sore. Julukan itu makin ternasbihkan setelah pria kelahiran 19 Juni 1942 itu dikukuhkan sebagai guru besar bidang hukum Universitas Manado pada 8 November 2008. Sejak itu, penyuka olahraga golf itu resmi menyandang gelar profesor.

Tak terhitung sudah berapa ratus, bahkan mungkin ribuan, kasus yang dia tangani. Beberapa bahkan adalah kasus yang paling membetot perhatian masyarakat, seperti kasus video porno Ariel Peterpan, persoalan pencemaran nama baik RS Omni Tangerang dengan tersangka Prita Mulyasari. Juga kasus wisma atlet Muhammad Nazaruddin.

Tak hanya berkiprah di dalam negeri, Doktor lulusan Universitas Padjadjaran tahun 2009 ini juga diketahui menangani banyak kasus mancanegara. Beberapa di antaranya, Australian Diary Corporation, Kebun Bunga di Melbourne, Mohammad Said (Pilot Garuda) di Belanda, Hendra Raharja di Sidney, Garnett Investment di Guernsey, Swiss dan Sonira Foundation di Leichtenstein.

Pada tahun 1999, ia juga mendirikan Minahasa Law Center (MLC) yang diperuntukkan kepentingan pendidikan di Minahasa. Pria asal Tondano, Minahasa ini juga mendirikan Law Firm OC Kaligis & Associates yang berkantor di Jalan Majapahit, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Tak ada gading yang tak retak. Karier cemerlang OC Kaligis kini tercoreng setelah, kemarin, KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus suap dan menahannya untuk 20 hari ke depan. Ia ditahan di Rumah Tahanan Guntur karena terjerat kasus dugaan suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan.

Perkara ini bermula dari penyidikan kasus korupsi Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 yang menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis.


(SUR)