RI Tidak Impor, Mentan: Harga Beras Dunia Turun 60 Persen

Husen Miftahudin    •    Rabu, 15 Jul 2015 05:26 WIB
kementan ads
RI Tidak Impor, Mentan: Harga Beras Dunia Turun 60 Persen
Mentan lepas beras Sulsel ke-11 Provinsi (Foto: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Makassar: Kebijakan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) untuk tidak melakukan impor beras dalam menjaga harga dalam negeri membuat harga beras dunia anjlok. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan, penurunan harga beras global sebanyak 60 persen merupakan imbas Indonesia yang tak mau melakukan impor beras.

Amran mengakui, Indonesia saat ini dikenal dengan salah satu negara importir beras yang cukup besar. Maka itu, jika Indonesia tidak mengimpor beras, maka peta pangan dunia akan langsung berubah dan berimplikasi pada fluktuasi harga beras dunia.

"Ini ubah peta pangan dunia karena kita tidak impor (beras). Importir terbesar Asia adalah Indonesia. (Harga beras yang awalnya) USD800 per ton turun jadi USD500 (per ton). Ini karena Indonesia tidak impor (beras) di awal tahun," ujar Mentan, dalam kata sambutan Pelepasan Beras Produksi Sulsel di Pelabuhan Pelni Soekarno Hatta, Makassar, Selasa (14/7/2015).

Ia menegaskan, pihaknya mampu menyediakan pangan untuk kebutuhan dalam negeri dengan menggenjot produksi pertanian di beberapa daerah sentra produksi. Hal itu yang membuat dirinya yakin untuk tidak melakukan impor beras di awal tahun ini. Padahal, harga beras pada waktu itu telah melebihi harga referensi pemerintah karena telah menyentuh angka di atas Rp12 ribu per kilogram (kg).

Amran pun menyesali para pemangku kebijakan yang meminta pihaknya untuk segera memberi rekomendasi impor. Namun semua itu ditolaknya karena ia yakin akan kemampuan petani Indonesia yang mampu menggenjot produksi pertanian.

"Ada mindset yang harus diubah karena ketika harga naik, pikirannya langsung impor sebagai solusi (pengendalian harga). Perlu diketahui, jika melakukan impor, maka kita melemahkan petani kita sendiri dan memperkuat petani negara lain," tegasnya.

Pada saat Indonesia mengalami peningkatan harga beras di awal tahun ini, cerita dia, Indonesia ditawari beras dengan harga yang cukup menggiurkan, yakni Rp4.000 per kg. Bahkan, karena Amran menegaskan untuk tetap tak melakukan impor, maka tawaran harga pun turun menjadi Rp2.500 per kg.

"Bisa dibayangkan, kita berencana impor itu 1 juta ton dengan tawaran harga yang sangat menggiurkan. Saya tegas untuk mengatakan tidak (impor), kecuali gratis. Gratis pun akan tetap kami jaga," pungkas Amran.


(ABD)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA