The Fed Masih Membayangi Laju Rupiah

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 15 Jul 2015 08:28 WIB
kurs rupiah
The Fed Masih Membayangi Laju Rupiah
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Gunawan Wibisono

Metrotvnews.com, Jakarta: Laju rupiah terhadap dolar AS (USD) kembali melemah di hari kedua pekan ini. Saat ini, sentimen dari The Fed masih menjadi alasan rupiah kembali terperosok ke zona merah.

"Dengan meredanya kekhawatiran di Zona Euro, perhatian pelaku pasar teralihkan ke sentimen The Fed. Akibatnya laju USD kembali menguat dan berimbas pada pelemahan Rupiah," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (15/7/2015).

Dia menyebutkan, kekhawatiran akan keluarnya Yunani dari Zona Euro dan tidak tercapainya kesepakatan dana talangan, perlahan mulai berkurang. Meski muncul kembali berita dari Yunani yang dihadapkan pada utang jatuh tempo IMF, tapi tampaknya tidak terlalu direspons negatif.

"Pelaku pasar memiliki persepsi utang tersebut akan dimasukkan dalam kesepakatan dengan IMF, sehingga akan berbarengan penyelesaiannya," kata dia.

Seperti dikatakan sebelumnya, laju rupiah masih diharapkan dapat bertahan di zona hijaunya dengan mempertimbangkan faktor meredanya kecemasan di Zona Euro dan Tiongkok, sehingga berpengaruh pada positifnya laju euro dan yuan yang dapat berimbas pada pergerakan pupiah.

Laju rupiah di bawah level support Rp13.312 per USD. Sambung dia, seperti yang biasanya terjadi, pasca pengumuman BI rate, di mana pelaku pasar telah mem-price in level BI rate, maka mulai cenderung melepas Rupiah. Apalagi laju USD kembali menguat sehingga perlu diwaspadai adanya potensi pelemahan lanjutan.

Namun demikian, Reza berharap, tetap mengantisipasi dan mencermati setiap sentimen yang dirilis. "Dalam satu hari ini laju rupiah akan berada di level Rp13.325-Rp13.315 per USD (kurs tengah BI)," tukasnya.


(AHL)

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

Golkar Tetap Bersiap untuk Pilkada Walau Badai Menghadang

47 minutes Ago

Partai Golkar tengah diterjang badai saat Ketua Umum Setya Novanto ditahan karena tersandung ka…

BERITA LAINNYA