Konsultasi: Zakat Menggunakan Transaksi Elektronik

LB Ciputri Hutabarat    •    Rabu, 15 Jul 2015 09:12 WIB
ramadan
 Konsultasi: Zakat Menggunakan Transaksi Elektronik
Warga melakukan pembayaran zakat kepada petugas di masjid -- Antara/ Lucky R

Metrotvnews.com, Jakarta: Perkembangan teknologi keuangan semakin berkembang pesat. Kini sistem keuangan ikut berkembang dengan kemunculan uang elektronik. Namun, banyak muncul pertanyaan apakah pembayaran zakat fitrah juga bisa menggunakan uang elektronik atau lewat transaksi daring (online)?
 



PERTANYAAN
Assalamualaikum wr. wb.

Apakah boleh membayar zakat menggunakan ATM, kartu kredit, E-card, atau transfer online?
(Helmaya - Palembang)

JAWAB
Alaikumussalam wr. wb.

ATM, kartu kredit, E-card, atau transfer online itu pada dasarnya merupakan sarana pembayaran seperti sarana transaksi lainnya. Hanya saja, mengingat penunaian zakat itu adalah rukun agama Islam yang sejajar dengan rukun-rukun Islam yang lain-lainnya, yang pelaksanaannya seberapa dapat harus dilakukan pada waktunya, maka seberapa dapat pula harus 'dipastikan' atau minimal 'diduga kuat' bahwa proses pembayaran zakat benar-benar tepat waktu dan tepat sasaran.

Misalkan, pembayaran zakat fitrah yang terbatas dan terikat benar waktunya yakni mulai terbenam mata hari di akhir bulan Ramadan sampai selesai pelaksanaan khutbah Id yang lazim diistilahkan dengan sampai Imam turun dari mimbar (usai memberikan khutbha Id).

Manakala dilakukan usai pelaksanaan khutbah Idul Fitri, maka pembayarannya tidak lagi dikategorikan ke dalam zakat fitrah. Dan secara tidak langsung itu menjadi sedekah biasa, bukan zakat fitrah.

Demi menghindari hal-hal yang semacam itu terjadi, maka pembayaran lewat ATM, kartu kredit, E-card, atau transfer online harus dicermati tentang sistem dan prosesnya. Ini dilakukan demi menghindari kemungkinan yang tidak kita harapkan.

Belum lagi proses penyalurannya oleh panitia kepada para mustahik zakat yang langsung maupun tidak langsung. ada keterkaitan antara perintah pengeluaran zakat khususnya zakat fitrah dan atau bahkan zakat mal sekalipun dengan “jaminan kesejahteraan” dan kebahagiaan mustahikkin – terutama fuqara dan masakin -- di saat-saat merayakan Id al-Fithri.

Khusus untuk pembayaran zakat yang dilakukan dengan menggunakan Kredit/E-Card, di mana muzakki pada dasarnya dan dalam kenyataannya membayar zakatnya dengan melalui utang yang baru akan dibayar beberapa waktu kemudian sesuai dengan jatuh tempo penagihan, maka tidaklah mengherankan manakala terdapat perbedaan pendapat dalam menentukan hukum sah atau tidak sahnya.

Pengasuh lebih cenderung untuk menyarankan tidak menggunakannya kecuali benar-benar dalam keadaan “terpaksa”. Kalaupun karena satu dan lain hal kita “terpaksa” harus melakukan pembayaran zakat (khususnya zakat fitrah) dengan melalui Kredit/E-Card, maka melakukannya harus diusahakan dengan lebih dahulu (lebih cepat) waktunya.

Sehingga waktu jatuh tempo penagihan pembayaran, diduga kuat masih pada waktu kewajiban kita menunaikan zakat fitrah. Dengan cara demikian, selain insya Allah kita membayar zakat tepat waktu, juga pada saat diterimakan zakat itu kepada para mustahiknya sudah menjadi milik kita mengingat utangnya sudah dibayar. Wallahu a’lam bi-al-shawab.

Demikian jawabannya Helmaya, semoga bermanfaat.


(SUR)