Presiden Iran: Kami Tidak Akan Membuat Senjata Nuklir

Fajar Nugraha    •    Rabu, 15 Jul 2015 10:46 WIB
nuklir iran
Presiden Iran: Kami Tidak Akan Membuat Senjata Nuklir
Presiden Iran Hassan Rouhani (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Teheran: Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan pihaknya tidak akan membuat senjata nuklir. Ucapannya dilontarkan usai Iran meraih kesepakatan untuk melucuti program nuklirnya.

"Iran tidak akan pernah membuat senjata nuklir, dengan atau tidak melalui implementasi dari kesepakatan yang sudah diterima oleh kekuataan dunia di Wina, Austria," ujar Rouhani, seperti dikutip NDTV, Rabu (15/7/2015).

"Senjata semacam itu sangat bertentangan dengan agama kami dan kontradiktif dengan perintah dari Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei, yang melarang penggunaan senjata atom," lanjutnya.

Rouhani juga menjanjikan kepada negara tetangga di kawasan Timur Tengah dan Teluk, bahwa program nuklir Iran tidak pernah ditujukkan untuk menekan tetangganya.

Kesepakatan itu dicapai antara Iran pada 14 Juli 2015 di Wina, Austria. Saat itu Iran dan negara-negara anggota P5+1 (Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, Tiongkok, Jerman) melakukan pertemuan mengenai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) program nuklir Iran.

Dunia pun mendukung Iran dalam melakukan kesepakatan ini. Presiden AS Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin pun menyebut kesepakatan ini sebagai peristiwa bersejarah.

Meskipun dunia mendukung kesepakatan ini ada satu negara yang mengecamnya. Israel menyebut kesepakatan tersebut sebagai kesalahan terbesar dalam sejarah.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Iran akan mendapatkan bantuan sebesar USD18 miliar asalkan mereka melucuti dua per tiga mesin sentrifugalnya. Perjanjian juga meliputi surat protes jika Iran gagal untuk melucuti mesin miliknya dalam waktu 65 hari dan sanksi awal pun kembali diberlakukan.

Sementara atas bantuan itu, Iran akan membuka diri untuk mengizinkan pengawas dari PBB agar lokasi militernya diperiksa. Namun para pengawas ini tidak mendapatkan jaminan akan meraih akses tersebut.


(FJR)