Pasukan Loyalis Yaman Rebut Bandara dari Pemberontak Houthi

Fajar Nugraha    •    Rabu, 15 Jul 2015 12:56 WIB
yaman mencekam
Pasukan Loyalis Yaman Rebut Bandara dari Pemberontak Houthi
Bandara Aden yang direbut pasukan loyalis Pemerintah Yaman (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Aden: Pasukan yang setia kepada Presiden Yaman Abed Rabbo Mansur Hadi, merebut kembali bandara di Kota Aden.

Pertempuran di kota pelabuhan itu meningkat usai Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan kekecewaannya pada kegagalan gencatan senjata yang dimediasi PBB akhir pekan lalu.

Mundurnya pemberontak Houthi berlangsung di saat Iran,-yang selama ini menjadi pendukung utamanya- mencapai kesepakatan nuklir dengan negara-negara besar.

Beberapa jam setelah kesepakatan itu ditandatangani, Raja Arab Saudi Salman berbicara dengan Presiden AS Barack Obama tentang kedua kesepakatan Iran dan kebutuhan mendesak untuk mengakhiri konflik di Yaman, yang telah menewaskan lebih dari 3.200 orang sejak akhir Maret.

"Kedua pemimpin berbicara tentang urgensi menghentikan pertempuran di Yaman dan pentingnya memastikan bahwa bantuan dapat mencapai Yaman di semua sisi konflik," pernyataan Gedung Putih, seperti dikutip AFP, Kamis (15/7/2015).

Koalisi pimpinan Arab Saudi sebelumnya membantah kapal perangnya memukul pemberontak karena mereka ditarik kembali dari posisi mereka di Aden.

"Kami tidak ingin mengklaim kemenangan karena itu adalah langkah mereka sendiri, tidak lebih dari itu," tutur Juru Bicara Pasukan Koalisi pimpinan Arab Saudi Brigjen Ahmed al-Assiri.

"Mereka memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengamankan posisi yang mereka kendalikan," imbuhnya.

Sementara Presiden Hadi dikabarkan secara pribadi mengawasi "Operasi Golden Arrow untuk Pembebasan Aden". Bandara Aden telah dipegang oleh pemberontak sejak tentara dari Brigade ke-39 lapis baja Pemerintah Yaman, membelot dan bergabung pasukan pemberontak Houthi.

Merebut kembali Bandara Aden adalah pencapaian signifikan pertama bagi pejuang loyalis sejak Presiden Hadi melarikan diri. Hadi dikabarkan berada di Arab Saudi, usai menyelamatkan diri melalui Pelabuhan Aden.
 


(FJR)