Pemerintah Bukan Cabut Subsidi Listrik, Tapi..

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 15 Jul 2015 17:54 WIB
listrik
Pemerintah Bukan Cabut Subsidi Listrik, Tapi..
Menteri ESDM Sudirman Said (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menegaskan, salah sekali bila berita yang beredar selama ini menyebutkan pemerintah akan mencabut subsidi listrik.

"Lalu subsidi, salah kalau dikatakan pemerintah akan mencabut subsidi. Itu tidak benar. Yang benar itu subsidi pemerintah akan diarahkan ke penerimanya langsung," jelas Sudirman, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Sudirman menjelaskan, subsidi ini terkait moral hazard masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, harus diberikan kepada yang mereka berhak dan membutuhkan. Selain itu, bila subsidi diperuntukan oleh orang yang tepat, suatu saat subsidi listrik akan mencapai single price komoditas

"Karena kita punya kesadaran bahwa subsidi yang melalui badan itu ada moral hazad, karena itu beri subsidi langsung ke masyarakat. Kemudian satu ketika akan muncul single price komoditas energi. Listrik ya harganya sekian," ungkap dia.

Seperti yang diketahui sebelumnya, jumlah penerima subsidi listrik tercatat sebanyak 44 juta keluarga, sedangkan jumlah keluarga miskin hanya 15 juta keluarga. Artinya, ada 30 juta keluarga yang mengaku miskin supaya mendapatkan subsidi listrik tersebut.

Ketidaktepatan pemberian subsidi listrik ini dikarenakan dua hal yakni pertama masyarakat yang memang dengan sengaja ingin mengambil yang bukan haknya. Kedua, Sudirman melanjutkan, pasti ada oknum-oknum PLN yang membiarkan hal tersebut dengan sengaja terjadi.

"Ini ada dua sisi, masyarakat yang ingin mengambil yang bukan haknya, dan pasti ada oknum kontraktor PLN yang memfasilitasi hal itu," pungkas dia.


(ABD)

Opsi: Setnov Bicaralah! (4)

Opsi: Setnov Bicaralah! (4)

11 minutes Ago

Peradilan Setya Novanto ibarat drama hukum. Persidangan sempat diwarnai aksi bisu Setnov. Duduk…

BERITA LAINNYA