Barisan Nasional Lawan Balik Dugaan Korupsi PM Malaysia

Fajar Nugraha    •    Rabu, 15 Jul 2015 18:34 WIB
najib razak
Barisan Nasional Lawan Balik Dugaan Korupsi PM Malaysia
PM Malaysia Najib Razak Dituduh lakukan korupsi (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Kasus dugaan korupsi yang dihadapkan kepada Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, memasuki babak baru. Barisan Nasional yang merupakan motor pemerintahan, melakukan perlawanan.

Direktur Strategis Komunikasi Barisan Nasional1 Datuk Abdul Rahman Dahlan, mengajukan laporan ke polisi mengenai pembocor dokumen kepada blog Sarawak Report. Pembocor itu diidentifikasi bernama Claire Rewcastle Brown.

"Laporan polisi itu mengklaim Claire Brown telah melakukan pemalsuan fakta terkait isu 1MDB, Dato Najib Razak, Datin Sri Rosmah Mansor, Reza Aziz, Petrosaudi dan isu-isu lain yang berkaitan erat dengan 1MDB," sebut Abdul Rahman Dahlan, dalam keterangan tertulis Kedubes Malaysia yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (15/7/2015).

"Pembocor tersebut mengklaim memiliki bukti bahwa adanya niat jahat oleh stakeholder untuk melunaskan sebuah misi yang bertujuan: 'Mission to criminalize Dato Seri Najib Tun Razak dan 1MDB' (misi mengkriminalisasi Najib Razak dan 1MDB)," lanjutnya.

Rahman mengaku bahwa Brown juga mengklaim bahwa niat jahat itu bertujuan untuk menjatuhkan nama baik dan martabat pemerintah dalam mengatur-urus negara, di samping bertujuan untuk membelokkan rakyat supaya membenci pemerintah. Ini termasuk klaim bahwa segala tindakan pemalsuan fakta yang dilakukan oleh pihak-pihak berkepentingan tersebut telah memberi tekanan pada ekonomi negara.

"Saya mengerti bahwa bukti baru yang diajukan oleh pengadu kepada polisi, -termasuk sebuah video pengakuan seorang individu yang terlibat secara langsung dalam perbuatan memalsukan fakta, penerbitan dan penyebaran fakta palsu- di situs Sarawak Report," tutur Rahman.

"Sehubungan dengan itu, saya mendesak agar pihak Polisi Diraja Malaysia dapat memberi perhatian khusus terhadap laporan polisi yang dibuat oleh pagi tadi dan penyelidikan segera dilakukan secepatnya," tegasnya.

Tidak hanya itu, Rahman juga mendesak polisi untuk segera menghubungi rekan mereka dalam Interpol, sehingga individu-individu yang dinamakan dalam video pengakuan tersebut dapat diinterogasi oleh pihak Interpol dan polisi Inggris. Menurutnya, hal itu sangat penting agar bukti-bukti lain yang masih dalam tangan atau pegangan mereka tidak dimusnahkan atau dialihkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Rahman mengaku telah diberitahu bahwa Brown yang berada dalam video pangakuan tersebut hanya akan memberi keterangan jika ada penyelidikan resmi oleh otoritas di Inggris.

Menurut isi salinan laporan polisi tersebut, video pengakuan yang dibuat oleh seorang individu juga mengungkapkan beberapa nama pemimpin oposisi yang diduga bersengkokol dengan Clare Brown dan Sarawak Report. Pengungkapan ini harus diselidiki rapi oleh Polisi untuk mencari kebenaran dan keadilan kepada semua pihak yang terlibat dalam isu 1MDB.

Selain dari video pengakuan tersebut, Rahman diberitahu bahwa pengadu juga telah menyerahkan kepada polisi, salinan email yang diduga ditulis oleh Claire Brown. Antara isi email yang 1 Maret 2015 tersebut, Claire Brown telah didakwa menulis:

"Thanks! Yes it was quite a job! .... sitting up night after night cleverly 'forging' all those documents !!!!! "

Tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh Claire Brown melalui email itu. Tetapi oleh karena sejak akhir-akhir ini banyak pihak yang ragu dengan Claire Brown dan laporan Sarawak Report memalsukan fakta.

Menurut pemberitaan dari media Amerika Serikat (AS) the Wall Street Journal (WSJ), PM Najib Razak menerima aliran dana dari perusahaan 1Malaysia Development Berhard (1MDB). Tak tanggung-tanggung, jumlahnya pun mencapai USD700 juta atau sekitar Rp 9,3 triliun.

Laporan awal dari penyelidikan Kejaksaan Agung Malaysia menunjukan tidak ada bukti aktivitas mencurigakan dari 1MDB, yang melibatkan PM Najib


(FJR)