KMSAK Desak Kapolri Copot Kabareskrim

Anggitondi Martaon    •    Rabu, 15 Jul 2015 19:10 WIB
polri
KMSAK Desak Kapolri Copot Kabareskrim
Koordinator KontraS Haris Azhar (tengah)/MTVN/Anggitondi Martaon

Metrotvnews.com, Jakarta: Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kriminalisasi (KMSAK) mendesak pemerintah, khususnya Kapolri memecat Komjen Budi Waseso (Buwas) karena penyalahgunaan wewenang sebagai Kabareskrim Polri yang dianggap lebih mementingkan balas dendam. Hal ini diungkapkan oleh Haris Azhar dalam diskusi  bersama Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan, dan Pengamat Ray Rangkuti dan beberapa LSM lainya.

"Intinya kita minta Polri menghentikan‎ Kabareskrim karena sudah tidak bekerja selaiknya sebagai Kabareskrim.  Ada motif balas dendam," kata Haris Azhar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (15/7/2015).

Permintaan tersebut didasari fakta semenjak ditetapkannya Budi Gunawan menjadi tersangka oleh KPK. Petinggi KPK hingga penyidik dikaitkan dengan beberapa kasus seperti pemalsuan dokumen, kepemilikan senjata api, dan lainya.

Baru-baru ini, Kabareskrim menetapkan dua Petinggi ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki dan komisoner KY Taufiqurrohman Syahuri menjadi tersangka setelah dilaporkan Hakim Sarpin Rizaldi dalam kasus pencemaran nama baik. Sarpin merupakan hakim tunggal yang memenangkan gugatan praperadilan Budi Gunawan.

Selain itu, Haris menganggap cara kerja polisi dalam menangani kewajibannya sebagai penegak hukum menunjukkan ketidakadilan. "Sudah ada ketidaktepatan‎. Argumentasi yang muncul tidak sesuai atau tepat," katanya.

Haris meminta Presiden Joko Widodo memberikan perhatian lebih terhadap situasi tatanan hukum saat ini, menurutnya situasi ini juga berkembang akibat ketidaktegasan presiden itu sendiri.‎


(OJE)