Pengamat: Pernyataan Kontroversial Buwas Bisa Rugikan Diri Sendiri

Damar Iradat    •    Rabu, 15 Jul 2015 23:22 WIB
polri
Pengamat: Pernyataan Kontroversial Buwas Bisa Rugikan Diri Sendiri
Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat kepolisian yang juga mantan anggota Kompolnas, Novel Ali menilai komentar negatif yang kerap dikeluarkan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Budi Waseso malah merugikan dirinya sendiri. Tak heran jika banyak pihak meminta ia dicopot dari jabatannya.

"Menjadi seorang pimpinan harus berani menghadapi opini publik. Kalau dia sering membuat pernyataan yang menimbulkan opini publik negatif, dia sendiri yang akan rugi. Kalau dia tidak bisa mengerem opininya yang berbau negatif, maka dia harus siap jika nanti opini publik negatif kepadanya," kata Novel kepada Metrotvnews.com, Rabu (15/7/2015).

"Kalau pernyantaan pembantu Kapolri menimbulkan kesan negatif, maka dengan sendiri Polri yang akan kena imbasnya. Harusnya Buwas juga mawas diri, belajar ngerem pernyataan kontroversial," imbuhnya.

Kendati begitu, Novel menilai sah-sah saja jika Buwas kerap melontarkan komentar-komentar bernada miring. Namun, komentar tersebut juga harus bisa dipertanggungjawabkan.

"Asal bisa dipertanggungjawabkan, saya rasa tidak masalah mengeluarkan komentar apapun," papar Novel.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi'i Maarif mengaku kecewa atas tindakan Bareskrim Polri yang menetapkan Ketua KY, Suparman Marzuki beserta komisioner KY, Taufiqqurohman Syahuri sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik terhadap hakim Sarpin Rizaldi.

Buya Syafii menilai, langkah penegak hukum yang mudah menersangkakan pihak tertentu di lembaga negara telah melukai publik dan hukum. Menurutnya, Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Negara harusnya bisa memerintahkan Kapolri untuk mencopot Budi Waseso.

Mendapat kritik, Buwas balik membalas kritikan Buya Syafi'i. Menurutnya, Buya Syafi'i tidak memiliki kapasitas untuk mengomentari dirinya dalam penegakan hukum.

"Apa kapasitasnya beliau? Tidak usah lah mengomentari dan mencampuri penegakan hukum, kalau dia enggak mengerti penegakan hukum itu sendiri. Beliau kan bukan orang bodoh. Dia pasti mengertilah, mana penegakan hukum yang benar, mana yang salah," kata Budi, Selasa 14 Juli.


(OJE)