Pengamat Kepolisian: Biar Publik yang 'Menghukum' Buwas

Damar Iradat    •    Kamis, 16 Jul 2015 03:53 WIB
polri
Pengamat Kepolisian: Biar Publik yang 'Menghukum' Buwas
Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso/Metrotvnews.com/Githa Farahdina

Metrotvnews.com, Jakarta: Seruan publik agar Kapolri Jendral Badrodin segera mencopot jabatan Komjen Budi Waseso (Buwas) sebagai Kabareskrim mulai bergulir. Buwas belakangan dinilai menyalahgunakan wewenang, karena dengan mudah menetapkan tersangka kepada seseorang.

Kritikan terus mengalir kepada mantan Kapolda Gorontalo tersebut. Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kriminalisasi (KMSAK) juga telah mendesak pemerintah agar memecat Buwas.

Kendati demikian, pengamat kepolisian, Novel Ali menganggap Buwas tak perlu dipecat. Pasalnya, Buwas telah menerima 'hukuman' dari publik.

"Kalau tidak punya kesalahan, kenapa harus dicopot? Terlepas suka atau tidak suka dengan sikap Buwas selama ini," ujar Novel saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (15/7/2015).

"Menurut saya, biarlah opini publik saja yang menghukum Buwas. Tidak perlu kapolri mengambil tindakan ekstrim, seperti pemecatan. Opini publik ini juga kan, agar beliau lebih mawas diri, agar ke depannya juga berbicara lebih hati-hati," sambung dia.

Tindak-tanduk Buwas sejak diangkat sebagai Kabareskrim awal 2015 lalu memang acapkali jadi sorotan publik. Namanya bahkan terus sering disebut semenjak terjadi kisruh antara KPK dan Polri, kala itu Buwas dianggap dengan mudah menetapkan status tersangka kepada dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.


(OJE)

Opsi: Setnov Bicaralah! (4)

Opsi: Setnov Bicaralah! (4)

12 minutes Ago

Peradilan Setya Novanto ibarat drama hukum. Persidangan sempat diwarnai aksi bisu Setnov. Duduk…

BERITA LAINNYA