Sistem Suara Terbanyak Dinilai Tak Memihak Perempuan

- 19 April 2013 20:58 wib
ANTARA/Reno Esnir/fz
ANTARA/Reno Esnir/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Target 30 persen perempuan di parlemen sulit dipenuhi andai sistem pemilihan umum masih ditentukan dengan suara terbanyak.

"Dengan suara terbanyak, maka pasar yang menentukan," kata bekas Komisioner Bawaslu, Agustiani Tio, usai diskusi "Mengagas Pikiran Kartini, Jelang Pemilu 2014" di kantor KPU, Jakarta, Jumat (19/4).

Menurut dia, merujuk data, hanya ada 46 perempuan dari 462 anggota legislatif hasil Pemilu 1999. Pemilu 2004 hanya menyisakan 61 perempuan dari total 550 anggota dewan.

"Pemilu 2009, baru 103 anggota legislatif perempuan dari 550 anggota yang ada," jelas Agustiani.

Ia merekomendasikan, semua pihak, khususnya 12 parpol yang akan bertarung di Pemilu 2014, memberi kewenangan parpol menentukan nomor urut caleg.

"Caleg perempuan tak lagi harus di nomor urut bawah, tapi sesuai kewenangan parpol bisa di nomor urut 1 atau dari nomor urut 1 hingga 3 harus ada caleg perempuan. Ini menurut saya akan memudahkan kuota itu terpenuhi," kata Agustiani.

()

SEKRETARIS Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy mengungkapkan forum Musyawarah Kerja Nasional…