Pimpinan Separatis Ukraina Dituntut Ganti Rugi oleh Keluarga Korban MH17

Fajar Nugraha    •    Kamis, 16 Jul 2015 14:54 WIB
malaysia airlines
Pimpinan Separatis Ukraina Dituntut Ganti Rugi oleh Keluarga Korban MH17
Puing pesawat Malaysia Airlines MH17 (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Chicago: Pimpinan separatis pro-Rusia, Igor Girkin dituntut ganti rugi atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. Selama ini seperatis Ukraina itu diyakini sebagai pihak yang menembak jatuh pesawat itu satu tahun lalu.

Pihak keluarga korban melayangkan tuntutannya melalui sebuah firma hukum di Chicago, Amerika Serikat (AS). Pihak keluarga menuntut uang ganti rugi sebesar USD900 juta atau sekitar Rp12 triliun.

Menurut pihak keluarga, Girkin adalah pihak yang menembak pesawat Boeing 777 yang tengah dalam perjalanan dari Amsterdam dengan tujuan Kuala Lumpur. Kasus itu diajukan oleh keluarga dari 18 penumpang di dalam pesawat itu.

Seluruh 298 penumpang dari Malaysia Airlines MH17 tewas, setelah rudal menembak pesawat yang melintasi wilayah timur Ukraina tersebut. Saat kejadian berlangsung, wilayah itu tengah dirudung upaya separatisme dari pihak yang ingin memisahkan diri dari Ukraina.

Fokus beralih ke Girkin ketika kelompok separatisnya mengaku bertanggungjawab atas ditembaknya pesawat Ukraine. Sebelumnya Girkin mengaku telah memperingatkan pesawat itu untuk tidak terbang di wilayah udaranya.

Atas pengakuan ini memicu tuduhan bahwa milisi Girkin menembak jatuh MH17. Namun pihak Republik Rakyat Donetsk menolak mengaku bertanggungjawab.

Berdasarkan dokumen tuntutan yang dibacakan di pengadilan di Chicago, "Penerbangan MH17 melintasi wilayah udara di mana pihak pasukan separatis melakukan aktivitas perang dan mereka di bahwa komando Girkin, menembak jatuh pesawat Boeing 777-200 itu".

"Girkin memerintahkan, memandu atau berkonspirasi dengan mereka yang menembakan rudal itu," sebut tuntutan itu, seperti dikutip Telegraph, Kamis (16/7/2015).

Tuduhan ini juga menyertakan individu di balik komando bertanggungjawab atas penembakan pesawat. Sebagai tuduhan tambahan, Rusia juga dianggap sebagai kaki tangan dari kejadian tersebut.

"Tertuduh Girkin bertindak dengan sikap dari individu yang berada di Pemerintah Rusia," lanjut tuntutan tersebut.

Menurut pengacara yang mewakili keluarga korban, tuntutan ini tidak sepenuhnya tentang uang. Ini lebih kepada menuntut jawab dari Girkin dan menekan Rusia untuk bekerja sama dengan pengadilan kriminal internasional.
 


(FJR)