Harga Daging Sapi Tembus Rp140 Ribu/Kg, Bulog Minta Pemerintah Tingkatkan Stok

Husen Miftahudin    •    Kamis, 16 Jul 2015 15:34 WIB
sapi
Harga Daging Sapi Tembus Rp140 Ribu/Kg, Bulog Minta Pemerintah Tingkatkan Stok
daging sapi 3ANTARA FOTO,Saiful Bahri

Metrotvnews.com, Jakarta: Tingginya permintaan terhadap daging sapi membuat harga daging sapi menjelang Lebaran terdongkrak hingga Rp140 ribu per kilogram (kg). Di beberapa pasar tradisional di Jakarta, harga daging sapi terus mengalami peningkatan sebesar Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kg dari harga sebelumnya yang hanya Rp90 ribu-Rp100 ribu per kg.

Direktur Pengadaan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Wahyu, mengakui operasi pasar masih belum mampu meredam gejolak harga daging sapi. Peningkatan permintaan dan adanya masalah suplai membuat dirinya meminta pemerintah untuk memperbesar peran Bulog untuk menstabilisasi harga daging sapi dengan penambahan stok.

"Operasi pasar memang belum signifikan karena dipacu kenaikan permintaan. Ke depan memang ada keinginan untuk memunsingkan Bulog lebih besar lagi untuk menstabilisasi harga daging sapi. Teknisnya sedang dibahas oleh kementerian teknis terkait dimana pasokan di Bulog diperbesar agar bisa menstabilkan harga daging sapi termasuk harga daging sapi menjelang puasa dan Lebaran," ujar Wahyu saat dihubungi Metrotvnews.com, Jakarta, Kamis (16/7/2015).

Lebih lanjut ia akan memperbaiki sistem stabilisasi harga dengan menjual daging sapi berkualitas bagus ke pasaran. Dia menjelaskan operasi pasar yang dilakukan Bulog untuk menekan harga daging sapi dilakukan dengan cara menjual daging sapi berkualitas lebih rendah tidak mampu meredam gejolak harga daging sapi di pasaran.

"Ke depan kita akan perbaiki penjualan daging sapi dengan harga yang murah, bukan dengan daging sapi operasi pasar. Persepsi masyarakat selama ini operasi pasar itu menjual daging dengan kualitas yang rendah," ungkapnya.

Wahyu menjelaskan terdapat 120 ton daging sapi segar yang ada di Gudang Bulog. Jumlah minimal stok daging  di gudang Bulog harus sebesar 50 ton untuk menjaga harga agar tak terjadi lonjakan drastis.

"Idealnya, ke depan Bulog harus punya stok yang cukup, setiap hari kita sediakan daging murah bukan daging operasi pasar. Untuk menjadi penyangga, Bulog harus ada 30 persen stok minimal dari kebutuhan. Itu harus dipegang pemerintah," pungkas Wahyu.
 


(SAW)