Pengerukan Tiga Sungai telah 40 Persen

- 20 April 2013 17:24 wib
ANTARA/Ampelsa/ip
ANTARA/Ampelsa/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum mengklaim telah menyelesaikan 40 persen pengerukan di tiga sungai, yakni Kali Angke, Kali Pesanggrahan, dan Kali Sunter.

Itu diklaim Kepala Bidang Pelaksanaan BBWSCC Bastari, Sabtu (20/4). Pihaknya terus melakukan pengerukan sungai yang merupakan upaya pengendalian banjir. Dia optimistis dapat menyelesaikan target tahun depan.

Bastari menampik anggapan kelambanan dalam pengerukan ketiga sungai disebabkan penolakan warga di sekitar lokasi. Warga setuju dan telah mendapatkan penggantian uang pembebasan lahan yang setimpal.

Selain mengerjakan pengerukan ketiga sungai, BBWSCC juga tengah melakukan proses penambahan pintu air Manggarai serta pintu air Karet untuk memperlancar aliran sungai Ciliwung menuju Kanal Banjir Barat (KBB).

Ketiga sungai yang dikeruk termasuk bagian dari pengerukan 13 sungai dalam proyek bertajuk Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) yang bertujuan mengendalikan banjir.

Ke-13 sungai yang dimaksud ialah Kali Mookervart, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, Kali Grogol, Kali Baru Barat, Kali Ciliwung, Kali Baru Timur, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat, dan Kali Cakung.

Realisasi proyek JEDI dilakukan secara bertahap dan dibagi ke tujuh paket pengerjaan. Dari 7 paket itu, 2 oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), 3 oleh Pemprov DKI, dan 2 oleh Cipta Karya lewat bantuan dana Bank Dunia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beberapa waktu lalu mengungkapkan rencana membatalkan kerja sama dengan Bank Dunia karena nominal pinjaman yang terbilang mahal dan memakan waktu pengerukan hingga lima tahun. "Belum ada komitmen. Kalau tidak mau ya mungkin batal," ujar Ahok. (San Yasdi)

()

PPP--Antara/Putra Mahesa

Mengapa PPP Jadi "Idola" Partai Besar?

25 April 2014 10:19 wib

PASCA Partai Persatuan Pembangunan mencapai islah dalam konflik internalnya, dan menegaskan diri belum…