Efek Bailout, Penduduk Yunani Giat Bayar Pajak & Pakai Kartu Kredit

Arif Wicaksono    •    Kamis, 16 Jul 2015 18:09 WIB
ekonomi yunani
Efek <i>Bailout</i>, Penduduk Yunani Giat Bayar Pajak & Pakai Kartu Kredit
perbankan Yunani ditutup (REUTERS,Yorgos Karahalis)

Metrotvnews.com, Athena: Gunakan atau kehilangan uang? Itu merupakan pilihan dari banyak masyarakat Yunani, yang biasa menggunakan kartu kredit seiring dengan ketakutan untuk mengeluarkan dana tunai untuk membeli karena akan mengalami penurunan nilai.

Seperti dilansir AFP, Kamis (16/7/2015), hal ini yang membuat sejumlah warga Yunani memilih untuk menggunakan dana tabunganya untuk membayar tagihan secara elektronik atau membeli barang mewah.

Permintaan barang seperti jam perhiasan dan benda elektronik seperti smartphone dan komputer semakin meningkat. Penjualan itu naik 30 persen ketimbang dengan periode yang sama tahun lalu.

Hal ini karena adanya pembatasan pengunaan uang melalui ATM karena penarikan dana dibatasi sebesar 60 euro atau USD90 per hari selama dua minggu yang menimbulkan pengunaan kartu kredit dan sistem transfer semakin marak.

Asosiasi perbankan Yunani menuturkan 50.000 kartu kredit diterbitkan dalam beberapa hari terakhir dan menaikkan transaksi sebanyak 130 persen.

Stephanie, sales di sebuah perusahaan perhiasan di pusat kota menuturkan kebanjiran klien pada minggu lalu. Para konsumen tersebut membeli sejumlah barang karena ketakutan untuk kehilangan uang tabungan mereka.

Dia menuturkan mereka membeli sejumlah perhiasan terbuat dari emas dan jam mewah yang beberapa di antaranya senilai 6.000 euro padahal pembelinya bukan orang kaya yang berusia dari 30 sampai dengan 50 tahun.  

Kondisi tersebut diamini, George Papalexis, pengusaha perhiasan yang menuturkan adanya konsumen yang ngotot membeli perhiasan karena dia lebih nyaman untuk memiliki perhiasan ketimbang memiliki uang di Yunani.

Tidak hanya konsumsi, para rakyat Yunani juga menjadi lebih rajin membayar pajak karena takut dana tabunganya berkurang secara perlahan. Lebih dari satu triliun euro masuk ke rekening negara dari 27 Juni sampai dengan 10 Juli sebelum adanya pemangkasan deposit dan sistem pajak masih berlangsung normal.

Pembayaran pajak dibuat bahkan sebelum otoritas pajak menekan warga untuk menekan pembayaran pajak sampai akhir Juli, yang secara ironis datang setelah Yunani membatasi revolusi pajak dalam reformasi keuanganya.

“Untuk pertama kalinya saya membayar pajak saya dengan tepat waktu,” kata Giorgos (35) seorang warga Yunani yang memiliki perusahaan publikasi.

Pemerintah Yunani mulai sedikit meredakan spekulasi dan rumor yang menghantui publik. Ada keyakinan  sampai dengan minggu depan pemerintah Yunani akan menyesuaikan peraturan proposal dari EU dan sangat tipis kemungkinan untuk mendapatkan dana tambahan secara cuma-cuma.
 


(SAW)