Utang Menerkam RI, Pemerintah agar Hati-Hati Tambah Porsi SBN

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 17 Jul 2015 13:22 WIB
utang luar negeridpr ads
Utang Menerkam RI, Pemerintah agar Hati-Hati Tambah Porsi SBN
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Badan Anggaran DPR Ahmadi Noor Supit meminta Pemerintah agar berhati-hati dalam menambah porsi utang. Apalagi diindikasikan tahun depan bakal ditambah Rp300 triliun.

Supit menanggap, kepemilikan asing dalam setiap penerbitan surat berharga negara (SBN) pun perlu diwaspadai. Dia melihat setiap kali Pemerintah menerbitkan utang, banyak pihak asing yang tertarik, dan ini dipikirkan.

"Sekarang keenakan, setiap SBN kita keluarkan peminatnya banyak sekali asing," kata Supit pada Metrotvnews.com, seperti diberitakan Jumat (17/7/2015).

Mengapa banyak asing yang menyerbu? Menurut politisi Partai Golkar ini, hal tersebut dikarenakan Indonesia memberikan bunga yang tinggi pada para investor SBN. Di banding dengan negara-negara lain, tentu bunga yang ditawarkan Indonesia jauh lebih tinggi sehingga memikat asing untuk masuk dalam portfolio SBN Indonesia.

"Di luar, enggak ada bunga yang lebih dari dua persen, di Indonesia lebih dari delapan persen. Apa enggak menerkam namanya? Ya sama saja bohong kalau kemudian kita berutang sama orang lain juga," terang Supit.

Memang sulit untuk menentukan bunga utang, pasalnya lanjut Supit, saat ini saja suku bunga acuan Bank Indonesia masih berada di posisi 7,5 persen. Dengan otomatis bunga yang diberikan pun tentu di atas posisi BI rate.


(AHL)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

12 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA