KIH-KMP Mencair, Kondisi Politik Diklaim Mulai Stabil

Damar Iradat    •    Sabtu, 18 Jul 2015 10:08 WIB
kmp-kih damai
KIH-KMP Mencair, Kondisi Politik Diklaim Mulai Stabil
Elite partai KIH dan KMP bertemu untuk membahas penyelesaian konflik difasilitasi pimpinan DPR, Senin (10/11/2014)--MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Hubungan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan Koalisi Merah Putih (KMP) dinilai mulai mencair. Hal itu disampaikan politikus PDI Perjuangan Maruarar Sirait.

Pria yang akrab disapa Ara ini mengklaim bisa menjelaskan melalui bukti konkret. Dukungan kepada pemerintah tak bisa dibantah semakin menguat.

"Dan itu membuktikan komunikasi politik Presiden Jokowi dan Pak JK efektif. Kalau tidak, tidak mungkin seperti itu, kalian tahu lah proses politik di DPR bagaimana," kata Ara di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 17 Juli.

Sebagai contoh, kata Ara, dari sisi persetujuan, kebijakan yang diajukan pemerintah seperti APBN-P, pemilihan Panglima TNI baru, Kepala BIN baru, serta Kapolri baru disetujui oleh DPR.

"Soal pansel KPK dan juga soal Kapolri. Kapolri kan di-approval oleh komisi III dan paripurna, usul dari Presiden, dan memerlukan dukungan DPR, dan DPR setuju," papar dia.

Menurut Ara, saat ini pun kondisi politik tanah air mulai stabil. Hal ini bagus untuk mulai membenahi pembangunan ekonomi.

"Sekarang stabilitas politik itu adalah prasyarat dasar pembangunan ekonomi. Jadi, yang dilakukan Presiden Jokowi ini bertahap. Dari konsolidasi politik dan sekarang masuk ke konsolidasi ekonomi," kata Ara.

"2016 akan lebih baik dari 2015, gonjang-ganjing politik sudah mereda," lanjutnya.

Dua figur yang bertarung di Pilpres tahun lalu dari dua kubu, Jokowi dan Prabowo Subianto pun disebut-sebut sebagai contoh sosok yang mumpuni. Keduanya, menurut Ara mampu bertransformasi dari politisi menjadi seorang negarawan.

Memang, sejak Pilpres berakhir, hubungan keduanya terlihat semakin akrab. Hal ini dibuktikan dengan fakta-fakta yang terlihat dalam satu tahun terakhir, bagaimana hubungan keduanya mulai semakin harmonis.

"Saya rasa, Jokowi dan Prabowo adalah contoh yang sempurna dari politisi yang mentransfer dirinya menjadi negarawan. Contohnya, mereka berdua bertarung waktu pilpres, punya tim yang kuat, militan, punya strategi yang kuat. Waktunya bertarung, mereka bertarung, tapi waktunya bersatu, coba lihat hubungan jokowi dan prabowo sekarang, sangat baik," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ara juga dimintai keterangan apakah ada kemungkinan KMP akan digandeng oleh pemerintah masuk ke dalam jajaran Kabinet Kerja. Mengingat, isu reshuffle berhembus kian kencang dalam beberapa bulan terakhir. Namun, anggota Komisi XI DPR itu enggan menjawab pertanyaan awak media.

"Kalau itu tanya saja ke Pak Hasto (Sekjen PDIP)," pungkas dia.


(OJE)