Stafsus Presiden Minta Maaf Atas Insiden Tolikara

LB Ciputri Hutabarat    •    Sabtu, 18 Jul 2015 12:15 WIB
penyerangan
Stafsus Presiden Minta Maaf Atas Insiden Tolikara
Lenis Kagoya---Metrotvnews.com/Ciputri

Metrotvnews.com, Jakarta: Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya, menyesalkan insiden kerusuhan di Tolikara, Papua Barat. Ia menyebut insiden tersebut adalah musibah.

"Saya menyesal dan kaget kenapa harus terjadi pada saat yang bersamaan dengan hari istimewa bagi kaum muslim. Saya perhatikan ini musibah. Kenapa musibah? Karena kejadian ini datangnya tiba-tiba," kata Lenis kepada wartawan di Gedung Sekretariat Negara, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2015).

Musibah ini, sambung Lenis, sama sekali tak berhubungan dengan aroma keagamaan. Hal itu dikatakannya karena kondisi umat beragama di Papua yang selama ini tak pernah ada masalah.

"Di sejarah masa lalu, sejak Indonesia merdeka, Papua tak pernah satu pun baku konflik masalah agama dengan agama," tegas dia.

Atas kejadian itu, melalui dia, Presiden meminta maaf kepada seluruh masyarakat muslim di Indonesia. Dia berharap, musibah ini masyarakat tak terpengaruh dengan isu agama.

"Saya atas nama Presiden sebagai staf khusus (stafsus) Presiden Republik Indonesia, permohonan maaf sebesarnya-besarnya kepada warga yang terkena musibah khususnya umat muslim di Tolikara," ucapnya.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi Jumat pagi di Kabupaten Tolikara. Insiden diduga disebabkan salah paham karena pengeras suara. Pada saat bersamaan di daerah tersebut berlangsung dua acara yang digelar
oleh dua umat agama yang berbeda. Ada acara perayaan Idul Fitri dan pertemuan pemuka masyarakat gereja.


(TII)