PGLII Sesalkan Surat Edaran yang Dikeluarkan GIDI

Renatha Swasty    •    Sabtu, 18 Jul 2015 13:02 WIB
penyerangan
PGLII Sesalkan Surat Edaran yang Dikeluarkan GIDI
Perdamaian suku di Tolikara---MI/Marcel

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah surat edaran dari Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Kabupaten Tolikara yang melarang aktivitas beribadah untuk agama lain, dikeluarkan sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah. Surat itu pun membuat Persatuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) yang menaungi GIDI, kesal.

PGLII tak bisa menerima surat edaran larangan beribadah yang dikeluarkan GIDI Kabupaten Tolikara itu. "Tentang isi surat kami sendiri tidak setuju karena itu pasti bukanlah seruan apalagi berkoordinasi dengan kami," kata Ketua Umum PGLII, Pdt. Ronny Mandang dalam konferensi pers di Kantor Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2015).

Rony menjelaskan, PGLII adalah sebuah persekutuan gereja. Sehingga apa yang dikeluarkan anggota mereka, termasuk salah satunya GIDI, tidak perlu melalui persetujuan PGLII. Tapi, apabila surat itu sudah sampai lebih dulu ke tangan mereka. Tentu pihaknya akan mengoreksi.

"Sekiranya surat edaran dibuat sebelum diedarkan kami tentu buat koreksi," tegas dia.

Pihaknya mengaku baru mengetahui surat edaran itu setelah terjadi kekacauan. "Karena surat yang bersifat lokal. Kalau sampai di tangan kami, kami tidak akan setuju," kata Ronny.

Rony menerangkan, sebelum kejadian kekacauan saat salat Id di Kabupaten Tolikara, Papua, ada surat edaran larangan beribadah sejak tanggal 13-17 yang dikeluarkan GIDI. Hal ini lantaran GIDI akan mengadakan seminar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) berskala Internasional.


(TII)