PGLII Heran Aparat Diamkan Surat Edaran Larangan Ibadah

Renatha Swasty    •    Sabtu, 18 Jul 2015 13:51 WIB
penyerangan
PGLII Heran Aparat Diamkan Surat Edaran Larangan Ibadah
Warga Tolikora berdamai----MI/Marcel

Metrotvnews.com, Jakarta: Surat edaran larangan ibadah yang dikeluarkan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) di Kabupaten Tolikara, Papua sudah beredar sejak 11 April. Namun usai surat itu beredar, tak ada sikap dari petugas keamanan atau otoritas setempat untuk mencegah hal itu.

Persatuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) yang menaungi Gereja Injili di Indonesia (GIDI) bingung dengan kondisi itu. Mereka heran, petugas keamanan membiarkan.

"Yang menjadi kami prihatin, bahwa seharusnya ketika surat itu beredar, harus ada penanganan yang sangat memperhitungkan bahwa surat seperti ini berpotensi menimbulkan keadaan yang mungkin saja tidak bisa dikendalikan," kata Ketua Umum PGLII Ronny Mandang dalam konferensi pers di Kantor PGI, Jakarta Pusat, Sabtu (17/7/2015).

Ronny mengatakan, seandainya surat tidak ada atau sudah terlajur beredar tapi cepat diambil sikap oleh aparat keamanan, tentu keributan di Tolikara tak akan terjadi. Tapi, lantaran surat itu sudah beredar dan terjadi keributan, malah membuat asumsi bahwa surat yang dikeluarkan GIDI ialah turunan dari PGLII.

"Tapi sebenarnya surat itu sama sekali bukan suara PGLII dan juga tidak mewakili umat Kristen di Indonesia," tegas Ronny.

Sebelumnya, beredar surat larangan ibadah pada tanggal 13-17 Juli yang dikeluarkan oleh GIDI kabupaten Tolikara, Papua. Surat dikeluarkan lantaran mereka akan mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).
 


(TII)