Gamalama Meletus, Bandara Babullah Ditutup Hingga Minggu

Burhanuddin Arsyad    •    Sabtu, 18 Jul 2015 17:32 WIB
gunung gamalama meletus
Gamalama Meletus, Bandara Babullah Ditutup Hingga Minggu
Gunung Gamalama mengeluarkan abu vulkanik, Sabtu (18/7). Foto: MI/Burhanuddin Arsyad

Metrotvnews.com, Ternate: Aktivitas penerbangan di Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, masih ditutup hingga Sabtu 18 Juli sore. Sebab, masih terkena semburan debu vulkanik Gunung Gamalama.

Notam closed runway penerbangan Bandara Babullah yang dikeluarkan Kementrian Perhubungan diperpanjang hingga Minggu Pagi.

“Melihat kondisi Gamalama yang terus erupsi dan menyemburkan debu vulkanik, kemungkinan notam close bisa diperpanjang,” kata Kepala Bandara Babullah Ternate, Rasburhani Umar, kepada Metrotvnews.com, Sabtu (18/7/2015).

Sementara itu, ratusan calon penumpang mendatangi kantor cabang Sriwijaya Air, di Jalan Pahlawan Revolusi, Ternate, untuk meminta pengembalian uang tiket. Namun, manajemen Sriwijaya Air menolak mengembalikan tiket secara tunai, melainkan dalam bentuk kupon. Kupon tersebut bisa digunakan penumpang kapan pun mereka mau.

“Saya tetap menolak menerima voucher. Yang saya inginkan uang tiket saya kembali utuh karena saya mau ganti transportasi," kata Ishak, salah satu penumpang Sriwijaya Air tujuan Makassar.

Meski diprotes calon penumpang, karyawan Sriwijaya Air tetap bergeming. Salah satu karyawan Sriwijaya mengaku kebijakan memberikan voucher merupakan keputusan manajemen dan tidak bisa diubah.

“Kami sebagai karyawan hanya menjalankan tugas. Kami tidak punya kewenangan mengubah keputusan manajemen. Kalau mau protes langsung saja ke pimpinan kami," kata salah satu karyawan Sriwijaya.

Gunung Gamalama hingga pukul 15.30 WIT terpantau terus menyeburkan debu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter. Status Gamalama masih waspada level dua.


(UWA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA