Masyarakat Cirebon Diminta tak Terprovokasi Kericuhan Tolikara

Sobih AW Adnan    •    Minggu, 19 Jul 2015 02:01 WIB
penyerangan
 Masyarakat Cirebon Diminta tak Terprovokasi Kericuhan Tolikara
Forum Masyarakat Cirebon saat menyampaikan sikapnya terkait kericuhan di Tolikara. (Foto: MTVN/Sobih Abdul Wahid)

Metrotvnews.com, Cirebon: Forum Masyarakat Cirebon untuk Bangsa memberikan pernyataan terkait kericuhan di Tolikara, Papua pada 17 Juli 2015 lalu. Mereka mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar mampu memupuk dan menjaga toleransi antarumat beragama serta menghindari provokasi yang berujung perpecahan.

“Juga bagi para tokoh agama, pimpinan ormas (organisasi kemasyarakatan), aparat keamanan dan pemerintah agar bersama-sama menjaga kondusifitas dari segala tindakan yang mengarah pada disintegerasi bangsa,” ujar anggota Forum Masyarakat Cirebon untuk Bangsa Abdul Muiz Syaerozi kepada awak media di sebuah rumah makan di Jalan Setiabudi, Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2015).

Muiz menambahkan, forum masyarakat menyayangkan pihak keamanan yang terkesan luput atas kemungkinan-kemungkinan yang sudah muncul sebelum peristiwa tersebut terjadi. Aliansi yang terdiri dari beberapa perwakilan ormas dan lembaga keagamaan ini berharap agar pemerintah melalui penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kami juga menuntut pihak keamanan untuk terus menelusuri dan mengungkap kasus pelanggaran tersebut secara tuntas dan mengungkap segala motif serta pihak-pihak yang terlibat di dalamnya,” kata Muiz.

Forum Masyarakat Cirebon untuk Bangsa merupakan aliansi kemasyarakatan yang memiliki perhatian terhadap kerukunan antarumat beragama di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Di dalamnya terdiri beberapa elemen seperti Keluarga Besar Nahdlatu Ulama (KBNU), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Pemuda Lintas Iman (Pelita), Komunitas GUSDURian Cirebon, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU),  Persekutuan Gereja-Gerja Indonesia (PGI), Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gereja Kristen Pasundan (GKP), Banser NU, Pondok Pesantren Babakan Cirebon, serta beberapa penggiat toleransi lainnya.


(OGI)