Iuran Jaminan Pensiun 3%, OJK: Itu Rasional

Angga Bratadharma    •    Minggu, 19 Jul 2015 09:00 WIB
ojkbpjs ketenagakerjaan
Iuran Jaminan Pensiun 3%, OJK: Itu Rasional
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik besaran iuran program Jaminan Pensiun yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Diharapkan, tidak menggangu aktivitas bisnis dari industri dana pensiun.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Dumoly F Pardede mengatakan, besaran iuran program Jaminan Pensiun tiga persen terbilang masuk akal. Namun, untuk perkembangannya karena ada tahapan naik hingga delapan persen masih menunggu perkembangan dan sosialisasinya.

"Untuk tiga persen rasional. Soal tahapannya memang perlu sambil berjalan dan sosialisasi. Kapasitas para pemberi kerja juga menjadi proper menanggung beban itu," ungkap Dumoly, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Minggu (19/7/2015).

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Massasya mengemukakan bahwa besar iuran jaminan pensiun yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan ditetapkan sebesar tiga persen dengan pembagian dua persen dibayar oleh pemberi kerja dan satu persen dibayar oleh peserta.

"Dalam tiga tahun besaran ini akan direvisi dan dinaikkan secara bertahap sehingga mencapai delapan persen," ujar Elvyn.

Sebelumnya, besaran iuran jaminan pensiun tersebut diusulkan sebesar delapan persen, namun dinilai terlalu tinggi hingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan keuangan perusahaan. Dengan besaran yang ditetapkan sebesar tiga persen, Elvyn mengatakan, tidak akan mengganggu keuangan perusahaan dan besaran itu akan dinaikkan secara bertahap.

"Dengan klausul ini institusi tidak akan defisit. Ini yang paling realistis saat ini dan tidak merugikan pekerja karena ini program manfaat pasti yang akan dinikmati setelah 15 tahun," paparnya.


(ABD)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA