NU Sesalkan Kerusuhan Tolikara

Achmad Zulfikar Fazli    •    Minggu, 19 Jul 2015 11:46 WIB
penyerangan
NU Sesalkan Kerusuhan Tolikara
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siroj---MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siroj menyesalkan insiden kerusuhan yang pecah di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Apalagi, kata dia, peristiwa ini terjadi di saat Indonesia membutuhkan kesatuan yang kokoh di era globalisasi.

"Bangsa Indonesia, apapun agamanya, apapun sukunya, apapun parpolnya, apapun alirannya, semua harus bersatu memasuki era globalisasi," kata Said Aqil, Sabtu (18/7/2015) malam.

Menurut dia, Indonesia membutuhkan persatuan dan kesatuan yang kokoh. Supaya bangsa ini tidak tergerus era yang menantang ini.

"Saya berharap kejadian (Tolikara) ini adalah yang terakhir dan tidak terulang kembali di masa yang akan datang," ujar dia.

Dosen pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini meminta agar insiden penyerangan yang melibatkan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) tak lagi terulang. Ia tak ingin kerusuhan terjadi hanya karena perbedaan agama atau suku.

"Perbedaan agama bukanlah barang baru. Dan, sejak sebelum merdeka kita semua sudah sepakat bahwa negara ini adalah nation state (negara kesatuan)," kata dia.

Said pun berharap penegak hukum dapat segera mengusut tuntas insiden kerusuhan tersebut dan menindak pelaku utama kerusuhan tersebut.

Kerusuhan di Kabupaten Tolikara, terjadi Jumat pagi. Insiden diduga disebabkan salah paham karena pengeras suara. Pada saat bersamaan di daerah tersebut berlangsung dua acara yang digelar oleh dua umat agama yang berbeda. Ada acara perayaan Idul Fitri dan pertemuan pemuka masyarakat gereja.

Akibat insiden ini sekitar 53 bangunan hangus terbakar serta belasan orang pelaku kerusuhan pun harus diamankan oleh aparat keamanan setempat.


(AZF)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA