Noerbaety, Wartawati yang Tewas di Bogor Sosok Tertutup

Dian Ihsan Siregar    •    Minggu, 19 Jul 2015 16:30 WIB
penemuan mayat
Noerbaety, Wartawati yang Tewas di Bogor Sosok Tertutup
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Bogor: Noerbaty Rofiq, 44, wartawati yang tewas di Bogor (sebelumnya ditulis Depok), dinilai lingkungan tetangganya sebagai sosok tertutup yang jarang bersosialisasi. Hal itu diungkap Ketua RW di lingkungan tempat Noerbaety tinggal.  

"Selama satu tahun setengah saya menjadi ketua RW, saya enggak pernah lihat wajahnya, dia selalu sendiri enggak pernah bersosialisasi, dulu pas ada orang tuanya ayahnya sering bersosialisasi, tapi almarhumah tetap enggak pernah bersosialisasi," ucap Kepala RW 09 Muhammad Soleh, 37, ketika ditemui di Perumahan Gaperi, RT 01 RW 09, Blok NC 6, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (19/7/2015).

Dia menuturkan, Noerbaety tinggal di Gaperi sejak 2004. Sementara ayahnya meninggal pada 2000. 

"Bapaknya H. Masudi Rofiq meninggal tahun 2000, dulu memang sama keluarga, tapi tetap dia tertutup. Bapaknya sosialisasi kok sama yang lain. Ibunya sakit-sakitan, akhirnya dipindahkan ke rumah kakaknya, dan sendirian deh Baety ini," katanya.

Soleh menduga pekerjaan sebagai wartawan membuat Noerbaety sibuk dan jarang bersosialisasi dengan lingkungannya. Jam kerjanya, kata dia, tak menentu. Warga banyak yang melihat Noerbaety pergi pagi dan pulang malam. 

Soleh menuturkan, warga jarang melihat Noerbaety. Termasuk mereka yang aktif di lingkungan tempat tinggal korban.

"Orang-orang bangunin sahur juga enggak melihat, sampai terakhir baru dapat kabar, kalau dia meninggal dengan posisi tengkurap, pakai kaos dan celana dalam," ucap dia.

Dari informasi yang diterima Soleh, Noerbaety sempat bekerja di Tempo dan radio KBR 68H

Seperti diberitakan sebelumnya, Noerbaety Rofiq ditemukan tewas di rumahnya pada Sabtu 18 Juli dalam kondisi membusuk dan ada bekas jeratan ikatan di tangan kirinya. Korban ditemukan tewas pada pukul 13.00 WIB oleh Joko Rikwanto, 52 dan Ruwaidah, 46.

Saat itu keduanya berniat silatuhrahmi ke rumah korban. Korban sendiri berkomunikasi dengan keluarga pada pertengahan puasa lalu.


(KRI)