Mentan Bahas Serapan Beras Bulog di Warkop

Husen Miftahudin    •    Minggu, 19 Jul 2015 17:21 WIB
kementan ads
Mentan Bahas Serapan Beras Bulog di Warkop
Mentan Amran (ANTARA FOTO/Herry Murdy Hermawan)

Metrotvnews.com, Makassar: Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman seolah tak mengenal lelah bekerja. Di sela-sela bertamu dalam acara open house, di kediaman Wapres Jusuf Kalla, di Makassar, Amran tetap menyempatkan diri menggelar briefing dengan sejumlah pejabat di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) dan mitra kerja di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Amran menggelar briefing di sebuah warung kopi tak jauh dari rumah JK. Hadir antara lain Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian M Syakir, dari Pangdam VII Wirabuana Letkol Bambang dan Letkol Frengky L. Hadir pula perwakilan dari Dolog Divre Sulselbar dan sejumlah perangkat kerja lingkup Pemprov Sulsel.

Pertemuan di Warkop siang itu berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Amran memberi pengarahan sembari menyeruput teh tarik. Usai briefing kecil, Amran didampingi Staf Khusus Bidang Kebijakan Sukriansyah S Latief kembali lagi ke rumah JK di Jl Haji Bau Makassar menemui Wapres JK.

"Kami membahas soal kondisi terakhir serapan beras Bulog dan langkah strategi yang akan dilakukan mempercepat target tersebut. Kita maksimalkan saja pertemuan. Kebetulan kami ketemu di sini ya kita bahas strategi percepatan. Kalau bicaranya santai-santai biasanya realisasi cepat. Tapi kalau bicara sambil pakai dasi biasa lama realisasinya," kata Amran.

Amran mengatakan, khusus daerah surplus beras seperti Sulsel, Jabar, Jatim dan NTT mendapat target serapan beras lebih tinggi. Karena itu kementerian juga menyiapkan anggaran untuk mempercepat serapan beras oleh Bulog di daerah masing-masing. Setidaknya, ada bantuan Penyertaan Modal Negara (PMN) sekitar Rp3 triliun.

"Sulsel surplus 3 juta ton tahun ini. Target serapan di Sulsel naik jadi 1 juta ton, dari sebelumnya 500 ribu ton. Per hari ini stok nasional sekitar 1,7 juta ton. Target sampai akhir tahun 4 juta ton, dan kita mau akselerasi dalam dua bulan ini 2 juta ton," ujar Amran.

Serapan itu, lanjut dia, sulit untuk diwujudkan oleh Bulog sendiri. Maka itu, ia meminta kepada Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop) untuk membantu membuka akses kepada para petani untuk membeli beras sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Ada juga pelibatan TNI-AD hingga ke pelosok pedesaan.

"Kita juga buka pelibatan TNI. Contohnya di NTT, Babinsa cukup berhasil membantu petani di perdesaan.  Di NTT serapan naik 300 persen," kata dia.

Saat masih di warkop, Amran ditemui beberap sahabat lamanya. Ia bahkan diajak bermain golf memanfaatkan liburan. Tapi, dia mengaku sudah tidak memiliki waktu yang cukup untuk bersantai seperti dulu. "Kalau dulu banyak waktu, sekarang tidak lagi," ungkapnya


(ABD)