Oposisi: Barat Dukung Gerilyawan untuk Pecah Suriah

   •    Rabu, 24 Apr 2013 06:57 WIB
Oposisi: Barat Dukung Gerilyawan untuk Pecah Suriah
Maher Merhej-REUTERS/Khaled al-Hariri/bo

Metrotvnews.com, Damaskus: Tokoh oposisi Suriah di dalam negeri Suriah, Selasa (23/4) kemarin, mengatakan kelompok oposisi di pengasingan dan pendukung Barat mereka serius mengenai pembelian minyak mentah Suriah dari daerah yang dikuasai gerilyawan Suriah Utara dan Timur. Tujuannya, memecah wilayah Suriah.

Maher Merhej, pemimpin Partai Pemuda Nasional, yang berpusat di Damaskus, mengatakan, dirinya menyimpulkan pertemuannya belum lama ini di Turki dengan sejumlah anggota Koalisi Nasional Suriah (SNC), yang berada di pengasingan.

Merhej mengatakan ia yakin koalisi tersebut dan negara Barat benar-benar serius di tingkat paling tinggi mengenai tindakan itu. Sehari sebelemunya, Uni Eropa meredakan sanksi tertentu terhadap Suriah, termasuk embargo minyak, sehingga "bisa membantu rakyat sipil" dan mendukung oposisi di negara yang dilanda konflik berkepanjangan tersebut.

Menurut satu pernyataan yang dikeluarkan Dewan Urusan Luar negeri Uni Eropa di Luksemburg, blok 27-anggota itu memberi lampu hijau bagi tiga
jenis transaksi.

Pertama adalah impor produk minyak dan bensin, kedua ekspor teknologi dan peralatan penting buat industri minyak dan gas ke Suriah, serta ketiga penanaman modal di industri minyak Suriah.

Uni Eropa meminta pemerintah terkait berkonsultasi dengan SNC sebelum menyetujui transaksi semacam itu, dan menjamin transaksi tersebut tidak memotong sanksi Uni Eropa terhadap Suriah, terutama pembekuan aset orang yang memiliki kaitan dengan kerusuhan di Suriah.

Larangan impor Uni Eropa atas produk minyak dan bensin Suriah diberlakukan pada September 2011. Merhej menekankan negara Barat menyeru koalisi Suriah di pengasingan untuk segera membentuk pemerintah sementara agar bisa melakukan bisnis penjualan minyak mentah Suriah.

Barat berencana memasang pipa saluran baru dari Suriah Utara dan Timur ke Turki di Iskenderun, Provinsi Hatay di Pantai Laut Tengah Turki, kata Merhej.

Langkah itu bertujuan menghapuskan semua penyelesaian politik dan juga mendirikan panggung bagi pemecahan Suriah. Tindakan tersebut sepenuhnya melanggar kedaulatan Suriah, ujar Merhej.(Antara)