Dolar Menguat, Pusri Tekan Biaya Nonproduksi

Antara    •    Senin, 20 Jul 2015 15:38 WIB
pupuk
Dolar Menguat, Pusri Tekan Biaya Nonproduksi
Ilustrasi (MI/ARYO BAWONO)

Metrotvnews.com, Palembang: PT Pupuk Sriwijaya menekan biaya nonproduksi untuk merespon penguatan dolar (USD) terhadap rupiah yang terjadi sejak awal 2015. Upaya ini diharapkan mendukung laju bisnis di masa-masa mendatang.

Direktur Produksi Pusri Johan Safri mengatakan, upaya ini juga dilakukan agar pengeluaran perusahaan tetap sejalan dengan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP). Selain itu, diharapkan tidak menekan laju bisnis dan mendatangkan kerugian.

"Penguatan dolar jelas sangat berpengaruh karena Pusri membeli gas dan membayarnya dengan dolar. Dalam RKAP dipatok USD1 di angka Rp11.500, tapi kini sudah dikisaran Rp13.200. Jadi harus dilakukan penyesuaian, salah satunya dengan menekan biaya nonproduksi," kata dia, di Palembang, Senin (2072015).

Ia menjelaskan, biaya nonproduksi itu di antaranya bonus bagi karyawan, pembelian peralatan baru nonproduksi, dan lainnya. "Pada prinsipnya, Pusri ingin agar pupuk yang dijual ini harganya terjangkau bagi masyarakat," ujar dia.

Ia tidak menampik selisih kurs yang cukup tajam itu telah memengaruhi aliran dana perusahaan sehingga dipastikan akan mengurangi keuntungan pada 2015. Terkait berapa besar nominal dana yang sudah tergerus, Johan enggan mengungkapkannya. "Yang jelas cukup besar," kata dia.


(ABD)