Ini Kronologi Pembunuhan Noerbaety versi Polisi

Arga sumantri    •    Senin, 20 Jul 2015 15:50 WIB
penemuan mayat
Ini Kronologi Pembunuhan Noerbaety versi Polisi
KTP Noerbaety. Foto: Arga Sumantri/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Depok: Polisi menangkap tiga pelaku pembunuh wartawati Noerbaety Rofiq, 44. Polisi membekuk tiga orang yang diduga menghabisi nyawa wartawan senior ini. 

Mereka adalah Syarifudin, 20, Hafit Ubaidillah, 22 dan M Pujon, 20. Berdasarkan hasil penyidikan polisi, para tersangka mengaku beraksi pada Sabtu, 4 Juli 2015 dini hari. Mereka diketahui sudah mengintai rumah Noerbaety sejak beberapa hari sebelumnya.

"Salah satu tersangka, inisial D (Deni) yang merupakan kuli bangunan yang sedang bekerja di sekitar lokasi kejadian, melihat rumah sering kosong dan sekali-kali melihat N sendirian," kata Kapolres Depok Kombes Pol Dwiyono di Mapolres Depok, Senin (20/7/2015).

Kemudian mereka mulai merencanakan pembunuhan sejak Jumat, 3 Juli 2015 sore. Seorang tersangka, Hafit Ubaidillah bahkan sudah membeli pisau Jumat sore di sekitar Stasiun Citayam, Depok.

Selanjutnya, para tersangka Hafit Ubaidilah, Syarifudin, dan Deni menyambangi rumah korban Sabtu, 4 Juli 2015 dini hari, tepatnya saat waktu sahur. "Saat hendak melaksanakan, para tersangka mengetahui korban sedang makan sahur. Diketahui masih bangun, tersangka menunggu sampai korban selesai sahur dan tidur kembali. Setelah yakin korban tidur maka tersangka atas nama S, U, dan D, masuk ke rumah korban," papar Dwiyono.

Namun, korban kemudian terbangun lantaran mendengar suara gaduh. Korban kemudian memergoki para tersangka yang hendak mencuri. Noerbaety sempat melawan. Tapi kalah tenaga dari para pencuri. Dia disiksa.  

"Kemudian para tersangka melakukan penganiayaaan dengan pemukulan di beberapa tulang rusuk, salah satu pelaku (Deni) melakukan tusukan di leher, dan Hafit Ubaidillah yang melakukan sembilan tusukan di sekitar perut dan pinggang," beber Dwiyono.

Setelah dipastikan korban tewas, para pelaku kemudian mengikat Noerbeaty dengan tali. Selanjutnya, para tersangka mengambil barang-barang milik korban.

Jasad wartawati itu ditemukan dua pekan kemudian di dalam rumahnya yang beralamat di Perumahan Gaperi, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Saat ditemukan, kondisi jasad korban dalam kondisi mengenaskan.

Polisi menangkap ketiga tersangka di tempat berbeda di kawasan Depok. Satu dari tiga tersangka yang ditangkap, yakni M Pujono ikut merencanakan aksi pencurian, namun, dia tidak jadi ikut pada saat teman-teman beraksi.

Sejumlah barang bukti diamankan polisi diantaranya, empat buah telepon genggam milik korban, kamera, satu buah modem, satu unit komputer jinjing, tempat kartu nama, tiga buah buku tabungan, tape recorder, dua unit senjata tajam, serta sebuah sepeda motor yang digunakan pelaku dan tali rapia yang digunakan untuk menjerat korban.

Beberapa barang berharga lainnya milik korban yang ikut digasak para pelaku masalah satu buah perhiasan kalung dan sepasang perhiasan anting.

Saat ini polisi masih lakukan pengejaran terhadap satu tersangka lainnya, Deni, 25, dia juga merupakan eksekutor pembunuhan terhadap Noerbaety dan ikut merencanakan perampokan. Deny juga diduga kuat sebagai otak aksi para tersangka yang berujung pada tewasnya Noerbaety.


(KRI)