Suami Bunuh Istri: Saya Minta Berhubungan, Dia Tidak Kasih

Kuntoro Tayubi    •    Senin, 20 Jul 2015 16:25 WIB
pembunuhan
Suami Bunuh Istri: Saya Minta Berhubungan, Dia Tidak Kasih
Suami bunuh istri kini mendekam di Polres Brebes, Metrotvnews.com/ Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Brebes: Dasuki, 42, kini harus berhadapan dengan hukum setelah membunuh istrinya, Sarnitah. Ia pun harus mempertanggungjawabkan tindakannya dengan mendekam sel Polres Brebes, Jawa Tengah.

Sopir truk itu mengaku Sarnitah sudah enam bulan tak melayaninya sebagai istri. Saat Dasuki memintanya untuk berhubungan suami istri, Sarnitah menolak. Itulah yang memicu pertengkaran keduanya dan berujung kematian Sarnitah.

"Satu minggu sejak ia (istrinya) pulang dari tempat kerja di Jakarta saya minta tidak dikasih,” kata Dasuki ditemui di Mapolres Brebes, Senin (20/7/2015).

Dasuki mengaku tak berniat menghabisi nyawa istrinya. Ia jarang bertemu dengan istri. Karena, istri bekerja di Jakarta. Sementara Dasuki bekerja sebagai sopir di Medan.

"15 hari baru pulang kerumah. Saya nafkahi tetap buat anak-anak saya, sama istri tidak pernah cekcok sebelumnya apalagi main pukul dan tempeleng,” kata Dasuki.

Namun, ketenteraman itu 'terkoyak' pada pukul 22.00 WIB, Sabtu 19 Juli 2015. Dasuki meminta sang istri melayani hasrarnya.

“Saya tanya, kamu sebagai istri mau tidak melayani saya sebagai suami, kalau tidak mau ya sudah. Terus jawabnya, enggak, katanya mau hidup sendiri-sendiri,” tutur Dasuki.

Jawaban Sarnitah membuat Dasuki kalap. Keduanya cekcok. Ayah Sarnitah, Wasnadi,  yang berada dalam rumah yang sama pun memarahi Dasuki.

Dasuki semakin marah. Ia pun mengambil parang dan mengancam mertuanya. Wasnadi pun lari. Dasuki mengejar. Namun anak sulung Dasuki, Adi, 15, menghadang.

Sarnitah yang berada dalam rumah pun berteriak minta tolong. Dasuki panik dan mengejar istrinya. Sarnitah jatuh di depan pintu rumah. Pembunuhan itu pun terjadi.

Nyawa Sarnita tak tertolong saat dibawa ke rumah sakit setempat. Sarnitah tewas kehabisan darah setelah disabet suaminya.

Kini pelaku dijerat pasal kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

 


(RRN)