Melihat Situasi Global, Peningkatan Anggaran Pertahanan Dinilai Tepat

Wandi Yusuf    •    Senin, 20 Jul 2015 17:53 WIB
pertahanan keamanan
Melihat Situasi Global, Peningkatan Anggaran Pertahanan Dinilai Tepat
Tim evakuasi sedang mengevakuasi jenazah jatuhnya Hercules di Medan, 30 Juni. Foto: Antara/Irsan Mulyadi

Metrotvnews.com, Jakarta: Dilihat dari situasi global saat ini yang tak stabil, peningkatan anggaran alat utama sistem senjata (alutsista) dinilai tepat.

"Peningkatkan alutsista merupakan jawaban atas situasi global yang tidak stabil," kata Direktur Studi Demokrasi Rakyat, Hari Purwanto, dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/7/2015).

Hari melihat rencana kenaikan anggaran alutsista yang dicetuskan Kementerian Pertahanan harus didukung. Terlebih sejumlah kecelakaan alutsista terjadi pada tahun ini. Insiden terakhir adalah kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Medan, 30 Juni lalu.

"Alutsista menjadi kebutuhan utama dalam sektor pertahanan saat ini. Belajar dari tragedi jatuhnya pesawat Hercules di Medan," lanjutnya.

Kemenhan menaikkan anggaran pertahanan dari Rp102,3 triliun pada APBN 2015 menjadi Rp120 triliun pada RAPBN 2016. Kebijakan itu diputuskan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Menurutnya, peningkatan anggaran alutsista tersebut juga menjawab situasi global yang tidak stabil, khususnya di kawasan Eropa dan Asia.

Diketahui, The International Institute for Strategic Studies (IISS), lembaga riset terkenal yang berkantor di Amerika Serikat, baru saja menerbitkan The Militer Balance 2015 (TMB 2015).

The Miltary Balance tersebut mengulas perkembangan kapabilitas militer dan ekonomi pertahanan dari 171 negara.

"Secara keseluruhan, belanja pertahanan global pada 2014 naik sebesar 1,7 persen setelah tiga tahun mengalami penurunan. Namun, kecenderungan ini mungkin berkurang pada 2015 ini, mengingat penurunan harga minyak, stagnasi ekonomi Rusia, dan melambatnya pertumbuhan global," jelas Hari.

Sebaliknya, negara-negara berkembang terus meningkatkan belanja pertahanannya. Pada 2014 kenaikannya melebihi penurunan kenaikan anggaran pertahanan negara-negara barat.

Fakta lain, Amerika Serikat tetap menjadi pembelanja pertahanan terbesar di dunia. Paling tinggi dari semua negara di dunia. Walaupun, Presiden Barack Obama terus berusaha mengurangi anggaran pertahanannya.


(UWA)