Ratusan Aparat Masih Berjaga di Lokasi Bentrok Ambon

Hamdi Jempot    •    Senin, 20 Jul 2015 18:48 WIB
bentrokan
Ratusan Aparat Masih Berjaga di Lokasi Bentrok Ambon
Ilustrasi bentrokan. Foto: Metro TV/Hamdi Jempot

Metrotvnews.com, Ambon: Ratusan aparat gabungan dari Polri dan TNI masih berjaga di Desa Mamala dan Desa Morela, Maluku Tengah, Maluku, hingga malam ini. Penjagaan ini dilakukan untuk mencegah bentrok susulan terjadi di kedua desa yang bertetangga itu.

Aparat tersebut berasal dari Polres Pulau Ambon, Brimob Polda Maluku, prajurit Yonif 733 Raider, dan prajurit Yonif 731 Kabaresi.

Sementara itu, seorang anggota Brimob Polda Maluku, Briptu Fitri Herodes, yang menjadi korban pelemparan bom, masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Maluku, Kota Ambon.

Sedangkan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, AKBP Komaruz Zaman, yang juga menjadi korban pelemparan bom, tetap melaksanakan tugas seperti biasa. Kapolres mengalami luka lecet di pelipisnya akibat serpihan bom.

Sejumlah korban dari warga sipil juga masih dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya di RSU Dokter Haulussy Ambon.

Bentrokan antara warga Desa Mamala dan Desa Morela, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Maluku, terjadi pada Minggu malam, 19 Juli. Anggota Brimob Polda Maluku, Bripda Faisal Hakim Lestaluhu tewas saat bertugas mengamankan bentrokan itu.

Faisal tewas terkena serpihan bom. Saat itu korban bersama Kapolres Pulau Ambon AKBP Komaruz Zaman dan puluhan anggota kepolisian dan TNI hendak menangkap warga yang diduga terlibat penembakan. Namun, sebuah bom meledak dan serpihannya mengenai Faisal. Ledakan bom juga melukai seorang anggota Brimob dan Komaruz.


(UWA)