Staf Khusus Presiden: Ada Kepentingan di Balik Konflik Tolikara

Intan fauzi    •    Senin, 20 Jul 2015 20:21 WIB
penyerangan
Staf Khusus Presiden: Ada Kepentingan di Balik Konflik Tolikara
Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya. (Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kerusuhan yang terjadi di Tolikara pada 17 Juli lalu ternyata konflik kerukunan beragama pertama kali di tanah Papua. Pasalnya, sejak Indonesia merdeka tahun 1945, kerukunan antarumat beragama sangat terjaga.
 
"Saya sampaikan kepada masyarakat nusantara, sejak Indonesia merdeka, konflik kerukunan agama di Papua tidak pernah terjadi," kata Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya, di Prime Time News Metro TV, Senin (20/7/2015).
 
Lenis menyayangkan bentrokan yang terjadi saat pelaksanaan solat Id di salah satu musala di Kurubaga, Tolikara, Papua. Ia yakin kejadian itu ditunggangi oleh kelompok berkepentingan untuk menghasut masyarakat demi merusak kerukunan beragama di Papua.
 
"Saya sendiri menyesal di Tolikara itu ada penyerangan musala. Nanti ada laporan jelas dan langsung dilaporkan ke presiden," imbuhnya.
 
Ia mengungkapkan, Presiden berharap kejadian itu tidak terulang, Presiden dan masyarakt Indonesia secara umum ingin Papua damai sejahtera. “Persoalan yang terjadi di Papua ada kepentingan, untuk menghasut Papua agar tidak aman, kejadian itu tidak bisa dibenarkan," ujarnya.
 
Seperti diketahui, Sinode Gereja Injili di Indonesia (GIDI) mengeluarakn surat edaran yang tersebar sebelum Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Tolikara, Papua. Surat itu disebut-sebut menjadi salah satu alasan konflik yang terjadi di sana. Isi surat edaran berupa pembatasan ibadah Idul Fitri di Tolikara.
 
Kerusuhan pecah di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat 17 Juli kemarin. Insiden ini terjadi disaat umat Islam tengah menjalankan salat Id di halaman Koramil. Puluhan kios yang juga tempat tinggal warga serta satu tempat ibadah umat Islam hangus terbakar. Dalam kasus ini, tercatat sebanyak 11 orang mengalami luka tembak dan satu orang tewas.


(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA