Presiden Akui Sempat Ditentang lantaran Dukung Demokratisasi Myanmar

- 24 April 2013 20:22 wib
REUTERS/Myanmar News Agency/fz
REUTERS/Myanmar News Agency/fz

Metrotvnews.com, Myanmar: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku sempat ditentang oleh negara barat karena mendukung proses demokratisasi di Myanmar.

Presiden Yudhoyono mengungkapkan itu saat menemui warga negara Indonesia di Nay Pyi Taw, Myanmar, Rabu (24/4).

Dia mengungkapkan, Indonesia sempat mendapatkan tentangan dari negara barat saat menyatakan dukungan diplomasi kepada Myanmar.

Menurut dia, sanksi embargo yang dijatuhkan kepada Myanmar bukanlah solusi dalam menyelesaikan gangguan keamanan dan konflik politik di dalam negeri, melainkan melalui konsolidasi demokrasi.

Presiden melanjutkan, setelah sanksi embargo terhadap Myamnar dicabut, selain tetap mendorong proses demokratisasi, Indonesia juga akan meningkatkan volume perdagangan dengan Myanmar, melalui investasi di berbagai sektor oleh BUMN yang ditargetkan mencapai US$1 miliar dalam 3-4 tahun.

Saat ini, nilai investasi Indonesia di Myanmar melalui BUMN Indonesia, seperti Telkom, Bulog, dan PLN, mencapai US$250 juta.

Di akhir sambutan, Presiden berpesan kepada warga Indonesia yang tinggal di Myanmar agar menggunakan hak pilih mereka pada Pemilu 2014. Ia juga menyisipkan pesan bagi para elite politik di Indonesia agar tetap menjalankan proses demokrasi yang bertanggung jawab dalam kompetisi yang keras. (Iqbal Himawan)


()

Suryadharma Ali menyebut, ada aspirasi dari bawah yang menghendaki berkoalisi dengan Gerindra.