Gara-gara Joget Burok, 30 Rumah Dirusak Massa

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 21 Jul 2015 11:39 WIB
penyerangan
Gara-gara Joget Burok, 30 Rumah Dirusak Massa
Mobil milik Kepala Desa Sumur Kondang, Heriyanto, menjadi sasaran penyerangan. Foto: MTVN/Rofahan

Metrotnews.com, Cirebon: Hajatan sunatan anak yang digelar Rafii, warga Sumur Kondang, Kecamatan Karang Wareng, Kabupaten Cirebon, pada Senin, 21 Juli, berakhir petaka.

Keributan terjadi pada hari bahagia anaknya itu. Pangkal keributan terjadi saat adu joget saat hiburan burok yang dia sewa. Joget tersebut membuat warga dua desa, yakni Desa Blended dan Desa Sumur Kondang, tawuran. Akibatnya, 30 rumah rusak.


(Salah satu rumah warga rusak)

Kepala Desa Sumur Kondang, Heriyanto, menjelaskan keributan berawal saat warganya menggelar hajatan dengan menyewa hiburan burok yang berlangsung pada pukul 21.00 WIB.

Ketika berjoget, warga desa tetangga yang ikut bergabung, terlibat perselisihan. Imbasnya, salah satu warga Desa Blender dipukuli oleh warga Desa Sumur Kondang.

“Ternyata pas korban pulang, memanggil sekitar 50 temannya dan langsung teriak-teriak. Mereka kemudian merusak tempat hajat,” kata Heriyanto, kepada Metrotvnews.com, Selasa (21/7/2015).

Tidak sampai di situ, pada pukul 22.00 WIB, sekitar 200 warga Desa Blender dengan membawa berbagai alat, kembali menyerang Desa Sumur Kondang.

Hasilnya, 30 rumah warga dan beberapa lainnya seperti kantor desa, gedung sekolah, posyandu, dan polindes juga dirusak oleh massa.

“Mobil saya yang saya fungsikan untuk mobil siaga juga dirusak oleh massa,” kata Heriyanto.

Kondisi keamanan di Desa Sumur Kondang sudah terlihat kondusif setelah Polres Cirebon menerjunkan satu peleton dalmas. Hingga saat ini, kedua desa masih dijaga aparat kepolisian dan militer untuk mencegah terjadinya serangan susulan.

“Kondisi sudah aman. Ada dua korban dari kejadian ini, satu dari Sumur Kondang dan satu dari Blender. Namun, tidak parah,” kata Kapolsek Karang Sembung, AKP Sukhemi.


(UWA)