Kemenperin Luncurkan Permenperin Tingkatkan Mutu Industri Blok Kaca

Husen Miftahudin    •    Selasa, 21 Jul 2015 15:22 WIB
perindustrian
Kemenperin Luncurkan Permenperin Tingkatkan Mutu Industri Blok Kaca
Kementerian Perindustrian (Foto: Dokumentasi Kementerian Perindustrian)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 54/M-IND/PER/6/2015 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Kaca untuk Bangunan Blok Kaca secara Wajib. 

"Permenperin tersebut dikeluarkan dalam upaya meningkatkan mutu hasil industri blok kaca, melindungi konsumen, serta menciptakan persaingan usaha yang sehat dan adil," tulis Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenperin Hartono, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (21/7/2015).

Ditegaskan bahwa SNI wajib ini berlaku bagi kaca untuk bangunan blok kaca hasil produksi dalam negeri dan impor yang beredar di daerah pabean Indonesia dengan nomor pos tarig/HS Code 7016.10.00.00 dan 7016.90.00.00. 

Adapun jenis produknya yaitu kubus kaca dan barang kecil lainnya, dengan alas maupun tidak, untuk mosaik atau keperluan dekorasi, tidak termasuk barang kaca kecil lainnya dengan ujuran panjang dan lebar kurang dari 70 milimeter. Tidak termasuk kaca lapis timbal dan sejenisnya, kaca multi selular atau kaca busa dalam bentuk blok, panel, plat, dan selongsong.

"Peraturan ini menegaskan kepada perusahaan yang memproduksi dan mengimpor kaca untuk bangunan-blok kaca, wajib menerapkan SNI dengan memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda (SPPT)-SNI serta membubuhkan tanda SNI dan kode produksi di tempat yang mudah dibaca dan dengan cara penandaan yang tidak mudah hilang," tulis Hartono.

Selain itu, untuk kode produksi yang menunjukkan tanggal, bulan, dan tahun produksi merupakan salah satu obyek pengawasan kesesuaian kualitas produk atas pelaksanaan SNI ISO 21690:2013 secara wajib.

Sementara itu, lanjut Hartono, bagi kaca untuk pembangunan-blok kaca hasil produksi dalam negeri yang telah beredar di Indonesia dan tidak memenuhi ketentuan SNI, wajib ditarik dari peredaran oleh pelaku usaha.

"Sedangkan, kaca untuk bangunan-blok kaca asal impor yang tidak memenuhi ketentuan SNI namun telah berada di daerah pabean Indonesia, wajib diekspor kembali oleh pelaku usaha," pungkas Hartono.


(ABD)