Anak Usaha PTPN X Ekspor Kedelai Edamame ke Eropa

Angga Bratadharma    •    Selasa, 21 Jul 2015 16:55 WIB
eksporkedelai
Anak Usaha PTPN X Ekspor Kedelai Edamame ke Eropa
Aktivitas di pabrik kedelai edamame PT Mitratani dua tujuh (Foto: Dokumentasi PT Mitratani Dua Tujuh)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) melalui anak perusahaannya yang bergerak di bidang sayuran beku, PT Mitratani Dua Tujuh, terus memperluas pasar ekspor kedelai edamame ke Eropa dan Amerika Serikat (AS). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk diversifikasi pasar ekspor yang selama ini banyak terkonsentrasi ke Jepang.

Hingga Mei 2015, ekspor edamame Mitratani ke Eropa dan AS mencapai 575 ton. Hingga akhir 2015, Mitratani menargetkan bisa mengekspor 1.200 ton edamame ke Eropa dan AS dari total ekspor ke seluruh negara yang ditargetkan bisa mencapai 7.578 ton. 

"Tren ekspor ke Eropa dan AS terus meningkat dari tahun ke tahun. Pasar di sana sangat prospektif," ujar Direktur Mitratani Wasis Pramono, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (21/7/2015).

Pada 2014, ekspor edamame Mitratani ke Eropa dan AS mencapai 627,7 ton. Sedangkan pada 2013 sebesar 511,1 ton. Tahun ini, Mitratani membidik pendapatan Rp191 miliar, tumbuh 36 persen dibanding 2014 sebesar Rp140 miliar. Mayoritas penjualan dikontribusi oleh ekspor yang mencapai Rp166,34 miliar.

Mitratani secara total menargetkan penjualan 9.395 ton berbagai macam sayuran pada 2015, naik sekitar 36,4 persen dibanding realisasi 2014 sebesar 6.889 ton. Dari target penjualan 9.395 ton pada tahun ini, 7.578 ton adalah produk untuk ekspor. Sedangkan sisanya 1.817 ton untuk pasar lokal. 

"Sekitar 80 persen produk kami diekspor ke Jepang, sisanya baru ke beberapa negara lain, termasuk Eropa dan AS," papar Wasis.

Kedelai edamame masih mendominasi penjualan Mitratani. Ekspor edamame tahun ini ditargetkan mencapai 6.016 ton, naik sekitar 47 persen dibanding realisasi ekspor 2014 sebesar 4.097 ton. Penjualan ekspor lainnya datang dari komoditas okra dan buncis, masing-masing sebesar 1.386 ton dan 176 ton.

Wasis mengatakan, seperti halnya di Jepang, persyaratan untuk bisa ekspor ke Eropa dan AS sangat ketat, terutama terkait higienitas. Salah satu penunjang persyaratannya adalah audit oleh British Retail Consortium (BRC). Sertifikasi BRC terkait keamanan dan kualitas pangan harus terus diperbarui. Mitratani juga mesti bersedia diaudit secara langsung oleh pihak ketiga setiap tahunnya.

"Sertifikat BRC ini merupakan syarat bagi produsen makanan yang ingin memasarkan produknya ke  pasar Eropa dan Amerika Serikat. Awal Juli lalu kembali dilakukan proses audit BRC oleh pihak ketiga kepada kami. Audit dilakukan mulai proses penanaman dan pemeliharaan di lahan hingga pengemasan produk. Hasilnya bagus," jelas Wasis.

Saat ini luas lahan panen yang dikelola Mitratani mencapai sekitar 1.100 hektare yang tersebar di Kabupaten Jember. Mitratani juga mempunyai lahan pembenihan di Bondowoso, Jawa Timur. "Kami sedang menjajaki pembukaan lahan baru di beberapa lokasi lain," pungkas Wasis.


(ABD)

KPK Diminta Hati- hati dengan Fitnah Nazaruddin

KPK Diminta Hati- hati dengan Fitnah Nazaruddin

42 minutes Ago

Tridianto mengatakan, sejak kasus Hambalang menguak, Nazaruddin dianggap kerap memfitnah Anas.&…

BERITA LAINNYA