Klarifikasi Surat Edaran Tolikara, Tedjo: Jangan Memelintir Terus

Desi Angriani    •    Selasa, 21 Jul 2015 19:11 WIB
penyerangan
Klarifikasi Surat Edaran Tolikara, Tedjo: Jangan Memelintir Terus
Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno (tengah) mengklarifikasi soal surat edaran pelarangan Lebaran di Kaburaga, Tolikara, Papua-Foto: MTVN/Desi Angriani

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengklarifikasi pernyataannya terkait surat edaran pelarangan perayaan Lebaran di Tolikara, Papua.

"Saya katakan surat itu ada, kemudian dibantah presiden GIDI. Kalian yang menulis salah," kata Tedjo di Kantor Menkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (21/7/2015).

Tedjo menegaskan, dia membenarkan surat tersebut beredar. Namun bantahan datang dari Presiden Gereja Injili Indonesia (GIDI). Politikus Nasdem ini mengaku geram dan merasa dirugikan dengan pemberitaan yang beredar di media massa.

"Kalau dibantah berarti ada, jangan dianalisis sendiri oleh media. Jangan melintir omongan saya terus," sambung Tedjo geram.

Sebelumnya, Kelompok Mubalig Indonesia menyerbu kantor Menkopolhukam terkait pernyataan Tedjo yang menyatakan tidak adanya surat edaran mengenai larangan ibadah salat Idul Fitri di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua.

"Saya dan Pak Kyai Anwar Sanusi, kami dari badan koordinasi mubaligh se-Indonesia datang ke Menkopolhukam meminta klarifikasi terhadap surat GIDI yang beredar di Tolikara terkait dengan pelaksanaan salat Id dan pelarangan menggunakan jilbab," ujar Ketum Mubalig Indonesia Ali Mochtar Ngabalin

Seperti ramai diberitakan, keberadaan surat edaran yang berisi pelarangan umat muslim untuk beribadah, disebut sebagai penyebab insiden di Tolikara.

Disebut, ada tiga poin isi surat yang dinilai kontroversial, yakni GIDI tidak mengizinkan adanya perayaan Lebaran di Tolikara, perayaan Lebaran bisa dilakukan di luar Tolikara, dan larangan perempuan Muslim menggunakan jilbab.


(MBM)