Wabup Bogor Benarkan Iyus Sebagai Makelar Tanah

- 25 April 2013 17:28 wib
MI/M Irfan
MI/M Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturrachman (Karfat) membenarkan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Iyus Djuher sebagai makelar tanah. Namun, Karfat mengaku tak tahu ihwal pengurusan tanah yang diajukan PT Garindo Perkasa.

"Iya, iya, dia sudah menjadi tersangka dan ditetapkan sebagai penerima gratifikasi oleh KPK," kata Karfat usai menjalani pemeriksaan selama enam jam di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (25/4) sore.

Karyawan mengaku kenal dengan Iyus. Namun, dirinya tak tahu ihwal pengurusan lahan itu. Sehingga, dia mengaku kaget ketika terjadi operasi tangkap tangan terkait lahan tersebut di Bogor. Sebab, surat pengurusan sudah terbit.

"Begitu SK Bupati dikeluarkan, ternyata ada tertangkap tangan dan ada yang memberikan uang," sebutnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, dalam permohonan izin lahan, PT Garindo Perkasa sudah mengajukan permohonan sejak 2012. "Prosesnya sudah selesai. Yang mengajukan PT Garindo. Sudah ada SK bupatinya, sudah ada kajian lapangan, kajian teknis," jelasnya.

Ia menjelaskan, dirinya sebagai Wakil Bupati Bogor tak memiliki kewenangan dalam memberikan rekomendasi ihwal penerbitan izin penggunaan lahan. Namun, ia mengaku menandatangani setiap surat yang direkomendasikan dari bupati.

"Kalau itu mekanisme di BPT, rapatnya ada mekanismenya. Saya hanya memparaf apa yang direkomendasikan. Semua surat SK bupati itu harus diparaf Sekda dan Wakil Bupati," jelasnya.

Dalam perkara tersebut, KPK menetapkan lima tersangka dari hasil operasi tangkap tangan pada pekan lalu. Sebelumnya, KPK menetapkan Usep, Listo, Nana, dan Sentot sebagai tersangka. Dari pengembangan kasus, KPK kemudian menetapkan Iyus sebagai tersangka.

Iyus sendiri adalah Ketua DPRD Kabupaten Bogor dan diduga menjadi makelar perizinan tanah dengan menerima fee sebesar Rp500 juta dari pengurusan lahan seluas satu juta meter persegi.

()

KOALISI diakui bisa terjadi dengan partai politik manapun.