Djan Faridz: Surat Edaran Pangkal Kerusuhan Tolikara

Anggitondi Martaon    •    Rabu, 22 Jul 2015 01:54 WIB
penyerangan
Djan Faridz: Surat Edaran Pangkal Kerusuhan Tolikara
Ketua Umum PPP hasil muktamar Jakarta, Djan Faridz (Foto: MI/ M Irfan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil muktamar Jakarta menganggap bahwa surat edaran yang melarang umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri dianggap sebagai pemicu terjadinya kerusuhan di Karubaga, Kanupaten Tolikara, Papua.

Ketua Umum (Ketum) PPP Djan Faridz mengatakan bahwa surat tersebut tidak sesuai dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika yang dianut oleh Indonesia.

"Kami PPP mengutuk keras kejadian tersebut, surat edaran itu tidak menggambarkan cita-cita bangsa," ujar Djan Faridz di kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2015).‎

Bekas Menteri Perumahan Rakyat ini menilai pelaku kerusuhan telah bertindak dengan sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Sebab, akibat kerusuhan ini puluhan kios yang juga menjadai tempat tinggal warga serta rumah ibadah hangus terbakar.

"Dan untuk menegakkan larangan tersebut, dengan kejamnya menyerbu masyarakat yang sedang menjalani ibadah salat Idul Fitri," katanya.

Sekjen PPP hasil muktamar Jakarta, Dimyati Natakusuma menilai kerusuhanTolikara menjadi pekerjaan rumah baru buat Panglima TNI, BIN, Menteri Agama, dan instasi terkait lainya untuk dapat meredam segala macam isu yang berkembang, agar potensi terjadinya konflik dapat diminimalisir sehingga tidak merembet ke arah yang lebih luas.

"Kami minta semua pihak untuk waspada, apalagi Papua. Jangan sampai keutuhan bangsa ini tidak tercabik-cabik, jaga persatuan dan toleransi," kata Dimyati.


(AZF)