Akui Surat Edaran, Presiden GIDI Belum Pasti Tersangka

Githa Farahdina    •    Rabu, 22 Jul 2015 09:45 WIB
penyerangan
Akui Surat Edaran, Presiden GIDI Belum Pasti Tersangka
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti--Foto: MTVN/Githa Farahdina

Metrotvnews.con, Jakarta: Presiden GIDI mengakui adanya surat edaran sebelum insiden Tolikara, Papua terjadi. Namun, bukan berarti pengakuan itu bisa dijadikan dasar polisi menetapkan Presiden GIDI sebagai tersangka.

"Kita tidak langsung mengatakan kalau itu terkait dengan surat edaran. Oleh karena itu dari para pelaku nanti yang kita lakukan pemeriksaan. Mudah-mudahan ada penjelasan  terkait dengan itu," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2015).

Polisi, kata Badrodin, tidak bisa menuduh sebelum ada bukti yang menguatkan. Hasil pemeriksaan saksi ataupun tersangka yang akan dijadikan dasar. "Kalau misalnya ada yang mengarah ke sana, ya tentu kita tindak lanjuti," tambahnya.

Banyak faktor yang harus dilihat dalam kasus ini. Misal, tambah Badrodin, adanya peraturan daerah (Perda) pelarangan terkait ibadah.

"Apakah betul Perda itu ada yang melarang seperti itu. Kan menurut penjelasan bupati ada, tetapi sampai sekarang kita belum terima itu tertulisnya," tegas Jenderal bintang empat itu.


(MBM)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA